Ternyata Kambing saburai Memang Hebat

17 September 2015 - 18:14:21 | 12474 | BERITA DAERAH

DL/17092015/Tanggamus

---- Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, mengunjungi sentra budidaya kambing Saburai di Pekon Dadapan Kecamatan Sumber Rejo Kabupaten Tanggamus, Kamis (17/9). Kabag Humas, Heriansyah yang mengikuti kunjungan ini mengatakan bahwa dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia M. Emil Akbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri, Kepala Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Lampung Dessy  Romas dan para pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus hadir bersama warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Sumber Rejo Kabupaten Tanggamus.

Wakil Gubernur Bachtiar Basri mengatakan bahwa pengembangan kambing Saburai di Provinsi Lampung dimulai sejak tahun 2001 dengan pengadaan kambing Boer jantan asal Australia. Pada tahun 2005 diadakan Kerjasama Operasional (KSO) dengan BPTU Pelaihari Kalimantan Selatan, diikuti dengan pengadaan kambing PE dan atau Boer jantan pada tahun berikutnya baik melalui dana APBD maupun APBN sampai dengan tahun 2015 ini.

Secara Nasional kambing Saburai telah diakui keberadaannya dan telah ditetapkan sebagai rumpun baru di Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 359/Kpts/PK.040/6/2015 tanggal 8 Juni 2015. 

Berkat pengembangan kambing Saburai, Pemerintah Provinsi Lampung dapat meraih penghargaan "Budhipura" dari Kementerian Riset Teknologi yang diterima langsung oleh Gubernur. “Sudah diakui bahwa kambing Saburai merupakan model inovasi bidang peternakan yang dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat,“ kata Wagub.

Dalam kesempatan ini juga diadakan penyerahan bantuan kepada dua Kelompok Petani Ternak Kambing Saburai di Kabupaten Tanggamus yakni Kelompok Peternak Wijaya Makmur dan Kelompok Pelita Karya III.

Penyerahan Bantuan kepada kelompok peternak ini merupakan Program Sosial Bank Indonesia dengan tematik unggulan Kambing Saburai. Kepala Perwakilan Bank Indonesia M. Emil Akbar mengatakan bahwa Bank Indonesia turut berpartisipasi dalam program pengembangan pembibitan Kambing Saburai tersebut dengan memberikan bantuan material berupa delapan Kambing Saburai dengan total Rp.228 juta bantuan Semen Beku sebanyak 2.000 dosis, serta 150 liter Nitrogen Cair senilai Rp16, juta kepada kedua kelompok petani ternak tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Emil, kelompok petani ternak yang terpilih merupakan hasil koordinasi antara Bank Indonesia dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung yang merekomendasikan berdasarkan atas prestasi yang telah diraih. “Aktivitas pencatatan produktivitas yang sistematis dan keaktifan anggota kelompok dalam kegiatan-kegiatan pelatihan,” tutup Akbar. ((Smj)