Meris: TNI Harus Netral Dalam Politik

08 September 2015 - 22:45:17 | 243 | TNI POLRI MEMBANGUN

DL/08092015/Kota Metro

----- Kepala Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterrad) Markas Besar (Mabes) TNI, Mayor Jenderal TNI Meris Wiryadi mengingatkan jajaran anggota Kodim 0411/Lamteng dan para prajurit pada umumnya untuk tetap menjaga netralitas dalam Pilkada 2015.
Hal itu, ditegaskan Mayjend TNI Meris Wiryadi, disela kegiatan penilaian Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) di Kodim 0411/LT, Selasa (8/9).

Menurut dia, anggota TNI dilarang terlibat politik praktis, karenanya kepada para calon juga diminta untuk tidak melibatkan anggota TNI dalam pelaksanaan pilkada. "Anggota TNI dilarang terlibat politik praktis. Karenanya, para calon juga diimbau tidak melibatkan anggota TNI," kata Meris Wiryadi,

Namun demikian, lanjut dia, sesuai dengan tugasnya, personil TNI harus memback up aparat kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan pilkada 2015, agar berjalan dengan aman dan lancar. "Dalam hal pengamanan, TNI harus mampu memback up aparat kepolisian dalam pengamanan pilkada," lanjutnya.

Terkait lomba Binter tambah Meris, Kodim 0411/LT merupakan satu-satunya Kodim di luar Pulau Jawa yang lolos pada tahap penilaian di tingkat utama. Dan untuk mencapai tingkat ini bukanlah hal yang mudah karena, dalam penilaian lomba Binter tidak hanya sarana dan prasarana serta kelengkapan administasi saja. Akan tetapi dalam bidang konsos serta penerapan program di wilayah teritorial Kodim itu sendiri, sehingga mampu diserap dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat juga sangat mempengaruhi penilaian.

“Terlebih saat ini, Pemerintah tengah gencar-gencarnya meningkatkan produksi pangan Nasional. Hal tersebut menjadi tugas TNI untuk mendukung program pemerintah berjalan sesuai harapan dan kebutuhan pangan Nasional dapat terpenuhi,sehingga kita tidak ketergantungan soal pangan dengan Negara lain,” paparnya.

Lain dari pada itu, prajurit TNI juga dituntut peka terhadap semua hal yang terjadi baik di lingkungan kesatuannya maupun di tengah-tengah masyarakat. Prajurit TNI harus menjadi motor penggerak dalam laju pembangunan di segala bidang. Bila perekonomian Negara kuat, maka dengan sendirinya rakyat menjadi tentram dan makmur.

Sementara itu, Dandim 0411/Lamteng, Letkol Czi Hari Darmica memaparkan, bahwa masuknya Dim 0411/LT dalam penilaian lomba Binter tingkat utama merupakan keberhasilan bersama. Berkat kerjasama yang baik antara TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat.

“ Ini merupakan keberhasilan bersama, dan apa yang menjadi petunjuk dari pimpinan, kami laksanakan sebaik-baiknya. Namun yang terpenting adalah, bagaimana dapat mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat dengan baik, Pada prinsipnya bersama rakyat TNI kuat,”tegasnya.

Disinggung soal Pilkada 2015 ini , Dandim menjelaskan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan pada wilayah teritorial Kodim 0411, yang meliputi Kecamatan Padangratu, Terbanggi Besar, dan Gunungsugih untuk wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Lalu, Kecamatan Sribhawono, Way Jepara, dan Sukadana untuk Kabupaten Lampung Timur.

"Sedangkan, untuk Kota Metro, meskipun wilayahnya relatif aman, kami tetap mewasdai wilayah Kecamatan Metro Pusat. Sebab, pada titik tersebut terdapat massa pro dan kontra yang rawan konflik," jelas Hari Darmica.

Sebagai upaya preventif, lanjut Dandim, pihaknya selalu berkoordinasi dengan jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan, yang meliputi camat, kapolsek, dan danramil. "Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan, juga selalu aktif mengawasi pergerakan massa pendukung, dan melaporkan setiap ada indikasi konflik, sehingga kami cepat melakukan pencegahan," tandasnya. (Igun)