DPR Soroti Implementasi PIP

05 September 2015 - 01:41:48 | 35802 | PARLEMENTARIA

DL/04092015/Jakarta

---- Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi sorotan Komisi X DPR saat rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Pasalnya, Komisi X masih menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Anggota Komisi X Elviana melihat, masih ada permasalahan dalam penyaluran dana PIP. Bahkan kerjasama dengan bank untuk menyalurkan dana PIP, melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), masih terdapat kesalahpahaman dalam mekanisme penyaluran pencairan dananya.

“Misalnya, Bank BRI memperlakukan siswa seperti nasabah biasa, sehingga jika ada data yang kurang seperti KTP, maka dana itu tidak bisa cair. Bank BRI juga tidak tahu jika KIP juga ada untuk anak – anak yang putus sekolah,” tegas Elviana, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (02/9).

Jika dana PIP selalu sulit untuk dicairkan, politikus F-PPP itu khawatir, dana PIP akan banyak sekali yang tidak terserap kepada para pelajar, jika tetap mengandalkan model pembayaran seperti sekarang. 

“Dari tahun ke tahun yang diungkapkan hanya persoalannya bukan solusinya. Kita minta kepada Pak Menteri untuk menjelaskan solusinya,” tegas politikus asal daerah pemilihan Jambi itu.

Sementara, Anggota Komisi X Jefirstson Riwu Kore beum melihat apakah implementasi PIP ini sudah tepat sasaran atau belum. Namun ia menilai, secara jumlah penyaluran, politikus F-PD ini menilai sudah cukup bagus.

“Kami belum bisa melihat secara keseluruhan sasaran sudah tepat atau belum. Secara jumlah, sudah cukup bagus dan merupakan program lanjutan dari program beasiswa Pemerintahan Presiden sebelumnya, hanya terletak pada perbedaan namanya saja,” nilai politikus asal daerah pemilihan NTT itu.

Sebelumnya, Mendikbud menjelaskan, realisasi penyaluran Kartu Indonesia Pintar per 30 agustus 2015 sudah mencapai 9,5 juta dari total 17 juta penerima.“Kita bisa menjangkau target hingga akhir November 2015,“ janji Mendikbud.

Koordinasi dengan Kemenpar

Masih dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X Sri Meliyana juga mempertanyakan rencana Kemendikbud untuk menjadi tamu di  Frankfurt Book Fair, Jerman, Oktober mendatang. Politikus F-Gerindra ini mempertanyakan, apakah Kemendikbud sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata.

“Apakah ke ikutsertaan Indonesia dalam acara Frankfurt Book Fair sudah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata? Seharusnya agar dilakukan koordinasi terlebih dahulu sebelumnya dengan Menteri Pariwisata,” saran politikus asal daerah pemilihan Sumatera Selatan itu.
Mendikbud menjelaskan, Indonesia akan menjadi tamu kehormatan (Guest of Honour) di Frankfurt Book Fair, pada 14 – 18 Oktober 2015. Perayaan pameran buku terbesar yang diadakan setiap tahun ini, meliputi kegiatan kebudayaan, buku, kuliner, seni tari, dan seluruh aspek kebudayaan.

Direncanakan, Indonesia akan memberangkatkan 400 orang sastrawan, budayawan, dan seniman. Mendikbud memastikan, persiapan tim sudah mencapai 90 persen. 

“Disinilah Indonesia menunjukkan seluruh ekspresi budaya, dan ini kesempatan bagi para penggiat budaya Indonesia bisa memanfaatkan panggung dunia,” yakin Mendikbud. (Ryan)