Publik Soroti Pengajuan Pembelian Kasur Rp.12 M

22 Agustus 2015 - 16:43:34 | 1472 | PARLEMENTARIA

DL/21082015/Jakarta

---- Kinerja para anggota DPR RI periode 2014-2019, hingga saat ini masih belum banyak dirasakan rakyat, tapi sudah ada rencana yang akan dilakukan untuk internal lembaga legislatif tersebut, seperti pembelian kasur, pengadaan makanan rusa serta pembelian pengharum ruangan.

Ditengah ketidakstabilan beberapa harga daging sapi dan dan daging ayam di pasaran, para wakil rakyat di Parlemen Senayan malah mengajukan anggaran pembelian kasur untuk rumah dinasnya, dengan nilai yang sangat fantastis.

Anggaran untuk pengadaan kasur di rumah dinas bagi anggota DPR RI senilai Rp.12,45 miliar. Jumlah tersebut akan digunakan untuk pembelian kasur di rumah dinas anggota DPR RI di Kalibata, Jakarta Selatan sebesar Rp.10,3 miliar, kemudian untuk rumah dinas anggota DPR RI di Ulujami, Jakarta Selatan senilai Rp.847,1 Juta dan Wisma Griya Sabha di Puncak, Jawa Barat, sebesar Rp.1,3 miliar. Jika disimulasikan dari jumlah tersebut setiap anggota dewan akan menerima Rp.19 Juta hanya untuk pembelian kasur.

Sementara, sebagian kalangan menilai rencana pembelian kasur bagi para wakil rakyat merupakan pemborosan anggaran, dan bentuk ketidakmampuan anggota dewan mengelola anggaran negara.

"Kalau di rumah anggota dewan ada empat kamar, maka kasurnya itu untuk 560 anggota di kali empat, anda hitungnya begitu dong, jangan lihat Rp.12 miliar begitu," ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Gedung DPR RI Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (21/8).

Politisi PKS ini menambahkan bahwa rencana pengajuan pembelian kasur ini sudah melalui proses audit, dan sesuatu yang wajar. Pengajuan anggaran untuk pembelian kasur ini, menjadi pertanyaan publik karena tidak ada korelasinya dengan kinerja anggota Dewan. (Ryan)