Dua Belas lagu Lampung Dapat ISMN

22 Agustus 2015 - 15:59:48 | 1488 | SENI & BUDAYA

DL/22082015/Jakarta

---- Upaya Pemerintah Provinsi untuk melestarikan dan melindungi hasil karya seniman Lampung patut diapresiasi. Melalui Badan Perwakilan Pemprov Lampung berhasil mendaftarkan 12 lagu Lampung untuk memperoleh International Standard Music Number (ISMN).

Dengan demikian karya intelektual tersebut telah tersimpan di Perpustakan Nasional dan menjadi asset negara di bidang seni dan budaya.
Dua Belas lagu Lampung yang telah memperoleh ISMN yaitu 5 lagu yang tidak diketahui penciptanya (No Name) terdiri dari Bintang Pak Bintang Limo, Lipang Lipang Dang, Ngekham, Pekon Sikam dan Tepui-tepui .

Adapun 7 lagu merupakan ciptaan Seniman Lampung yaitu Sang Bumi Ruwa Jurai, Sebik Dilom Hati, Udi Ya, Cangget Agung, Tanah Lampung Terpelihara, Sai Ku Egham dan Ngedidik Sanak Tuguhan.
Kepala Badan Perwakilan Pemprov Lampung M. Ilyas Hayani Muda pada saat acara Temu Kangen Masyarakat Lampung di Rantau di Taman Mini

Indonesia Indah Jakarta, Sabtu (22/8) menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 4 tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam (KCKR) mewajibkan semua hasil KCKR anak bangsa harus diserahkan ke perpustakaan Nasional atau perpustakaan Daerah.

”Lagu-lagu Daerah Lampung ini telah mendapatkan izin dari pencipta lagu/ahli warisnya untuk didaftarkan di Intenational Standard Music Number (ISMN),” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, Undang-undang tersebut untuk mewujudkan koleksi karya cetak dan karya rekam sebagai hasil budaya bangsa, sehingga terwujud koleksi nasional yang lengkap. Hal ini dalam rangka pembangunan bangsa dan Negara guna mencerdaskan bangsa.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Sumarju Saeni mengatakan, Gubernur M. Ridho Ficardo terus berupaya untuk memajukan bidang seni dan budaya, khususnya seni tradisional di Provinsi Lampung. Gubernur bahkan mengingatkan kepada pelaku seni, untuk tidak hanya melulu menghasilkan seni musik modern yang cenderung menguntungkan.

Tetapi juga seni lainnya, terutama seni tradisional yang perlu dilestarikan. “Gubenur meminta agar bahasa, aksara dan budaya tersebut dihidupkan lagi. Karena ini  merupakan salah satu nilai jual untuk mempromosikan Lampung,” Ujar Sumarju.

Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka HUT RI ke-70 memberikan penghargaan kepada Tokoh Lampung yang telah mengabdi untuk kemajuan Lampung. Tercatat salah satu dari 14 tokoh daerah yaitu Rizani Puspawijaya, SH merupakan Tokoh Bidang Pendidikan/Budaya. 

Rizani merupakan akademisi Unila yang menulis buku “Hukum Adat dalam Tebaran Pemikiran”. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan Rizani mengenai hukum adat dan filsafat piil pesenggiri. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada masyarakat Lampung yg telah berkarya memajukan Lampung.

Demikian juga Yustin Ridho Ficardo selaku Ketua Dewan Kesenian Lampung terpilih juga menyatakan komitmennya untuk melestarikan dan membesarkan karya seniman Lampung. Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat, termasuk pihak swasta untuk ikut mendukung upaya pelestarian budaya Lampung. (R-01/Smj)