M. Subhan Luncurkan Novel Rumah di Tengah Sawah

16 Agustus 2015 - 23:23:54 | 351 | SENI & BUDAYA

DL/16082015/Padang

Sukses dengan novel perdananya Rinai Kabut Singgalang (2011), Muhammad Subhan akan meluncurkan novel keduanya berjudul Rumah di Tengah Sawah pada even talkshow kepenulisan dan Bedah Novel, Minggu (6/9), mendatang di aula SMP Negeri 2 Padang Panjang.

"Secara umum, temanya tentang pendidikan, cita-cita seorang anak bernama Agam ingin sekolah namun berlatar belakang ekonomi lemah. Ayahnya seorang Aceh dan Ibunya Minang. Pesan cerita mengandung semangat kerja keras, persahabatan, tolong menolong pada masyarakat yang masih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Muhammad Subhan kepada Detiklampung.com tentang karya terbarunya itu, Minggu (16/8).

Kehadiran novel Rumah di Tengah Sawah ini pun mendapat sambutan hangat dari Gol A Gong, seorang novelis tanah air yang pernah sukses dengan novelnya Catatan Si Boy.

"Novel Rumah di Tengah Sawah ini filmis, cocok dengan selera pertelevisian sekarang. Bahan baku cerita yang baik untuk sinetron berlatar budaya di TV. Ada unsur pariwisatanya juga,” jelas Gol A Gong.

Novel Rumah di Tengah Sawah yang mulai digarap pada 2011 ini, menurut Muhammad Subhan, seharusnya tuntas ditulis pada 2012. Namun, karena kesibukannya di dunia kepenulisan, seperti menjadi pembicara pada seminar-seminar kepenulisan dan juga mengurus komunitas kepenulisan yang didirikannya Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang tengah pesat pertumbuhan cabang-cabangnya di sejumlah kota di Indonesia, sehingga novel ini baru bisa ia rampungkan pada pertengahan 2015.

"Sungguh membanggakan, saya termasuk orang yang kagum pada Muhammad Subhan yang santun dan rendah hati. Ia selalu berkarya walau kritikan tajam sering menerpanya. Satu hal yang saya pelajari dari Subhan, ia tidak pernah mematikan kreativitas orang lain. Sebagai sastrawan muda justru ia banyak mendorong penulis pemula yang kelak tentu akan menjadi sastrawan besar,” ucap Sastri Bakry, Staf Kemendagri RI, yang baru saja melahirkan buku puisi terbarunya Hati Prajurit di Negeri Tanpa Hati.

Talkshow Kepenulisan dan Bedah Novel Rumah di Tengah Sawah ini menargetkan 200 peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru dan kalangan umum lainnya. Acara akan dimulai pada pukul 8.00 - 12.30 WIB.

Bagi yang ingin ikut masih dibuka pendaftaran dengan menghubungi nomor panitia di: 0813-7274-9260. Insert pelajar Rp.15.000,- dan Mahasiswa/Umum Rp.20.000,-. Panitia menyediakan Makalah, Snack, Sertifikat dan Doorprize.

"Saya mendukung setiap upaya masyarakat sastra Indonesia yang berusaha mendorong tumbuhnya kegairahan membaca, menulis, dan mengapresiasi sastra Indonesia, baik dalam skala regional, nasional, maupun internasional. Kegiatan seperti ini sudah selayaknya mendapat apresiasi dan dorongan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah pusat dan daerah,” respon Cecep Syamsul Hari, mantan Redaktur Majalah Sastra Horison, dan sekarang aktif di Sastra Digital-HIPSI.

Motivasi Muhammad Subhan menekuni dunia kepenulisan adalah ingin berbagi manfaat kepada banyak orang lewat kata-kata. “Saya menemukan kepuasan batin ketika menulis,” ujar Muhammad Subhan yang baru-baru ini juga meluncurkan buku kumpulan puisi terbarunya Sajak-Sajak Dibuang Sayang.

"Muhammad Subhan itu pribadi sederhana dan Islami, sebagai anggotanya di FAM Indonesia saya sangat merasakan motivasi beliau. Para anggotanya sudah banyak yang jadi novelis, cerpenis, penyair, jurnalis dan penulis lagu, yang tembus media cetak nasional dan label mayor,” ungkap Muhammad Fadhli, salah seorang anggota FAM Indonesia yang berdomisili di Padang. (ril)