Jelang Kemarau, Rakyat Mesuji Perlu Sumur Bor

11 Agustus 2015 - 11:00:48 | 2352 | PARLEMENTARIA

DL/11082015/Mesuji

Masyarakat mengusulkan prioritas pembangunan dibidang pengadaan air bersih, pembangunan jalan serta percepatan pencairan dana bantuan bedah rumah.

Ini hasil-hasil yang didapat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dalam rangka reses

anggota Dewan Mesuji asal daerah pemilihan (Dapil II ) reses di Desa Adi Mekar Mulia dan Adi luhur, Panca Jaya, baru-baru ini.

Para wakil rakyat yang hdir diantaranya, Haryati Candra Lela (ketua komisi A), Mego (komisi A), Supriyanto dan Mustowi (komisi B ),  Rulyana, Cik Husin dan Suyadi (komisi C).

Hadir dalam acara itu Camat Panca Jaya Mesuji, Kepala desa , tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala sekolah, tokoh pemuda dan puluhan masyarakat.

Pada RDP kali ini masyarakat mengusulkan soal prioritas pembangunan yang diinginkan antara lain pengadaan air bersih. Karena menjelang musim kemarau hampir 75 persen wilayah Mesuji mengalami krisis air bersih.

Diharapkan pemerintah bisa membangun 5 sampai 7 titik sumur bor setiap desa. Dengan begitu warga optimis kebutuhan air bersih akan tercukupi.

Kemudian  masyarakat meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan tranportasi jalan, karena 90 persen jalan di Mesuji rusak parah. Musim kemarau jalan berdebu dan musim penghujan jalan becek berlumpur,  ditambah kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Selain itu, masyarakat  mengeluhkan lambatnya pencairan dana bantuan bedah rumah sebesar sebelas juta rupiah per rumah. “Mareka meminta kepada anggota dawan dapat memfasilitasi percepatan pencairan dana tersebut, karena semua persaratan sudah dipenuhi warga.” Ungkap Haryati Candra Lela.

Anggota komisi A DPRD Mesuji, Rulyana mengatakan bahwa semua aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan APBD dengan pihak ekskutif.

“Kemudian, kami akan segera memanggil SKPD terkait keluhan masyarakat. Untuk menindaklanjutinya,” katanya.

Menurut Rulyana, cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Mesuji dengan membangun sumur bor di setiap desa.  Hal ini akan menjadi pembahasan dalam APBD 2016, untuk memprogramkan pembangunan sumur secara bertahap, mengingat keterbatasan anggaran.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat mengakomodir pengusulan pembangunan sumur di setiap desa. Karena, krisis air bersih selalu menghantaui masyarakat Mesuji pada musim kemarau.

Menanggapi keluhan lambatnya pencairan dana bantuan bedah rumah, pimpinan rombongan reses, Mego mengatakan, akan segera memanggil pihak Dinas PU. Anggota dewan akan mempertanyakan  apa penyebabnya sehingga pencairan dana tersebut  belum terealisasi juga hingga saat ini.

Masyarakat juga mengeluhkan tentang byar-pyetnya lampu PLN serta rendahnya tegangan arus listrik di berbagai wilayah Mesuji. (SUP)