X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Nelayan Lamtim Keluhkan Pantai Dangkal

  • dibaca 1197 kali

    DL/08072015/Sukadana

    Komisi IV DPR-RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Lampung Timur di Kecamatan Labuhan Maringgai. Dalam kegiatannya Komisi IV DPR-RI yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan ini bertatap muka dengan Nelayan yang berada di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

    Dalam tatap muka ini didapatkan informasi bahwa warga nelayan di Lampung Timur banyak mengeluhkan akan akses jalan keluar masuk kapal yang semakin dangkal. Para nelayan mengusulkan kepada Komisi IV DPR-RI agar kiranya dapat dibuatkan sungai buatan agar memperlancar proses nelayan dalam melaut.

    Nelayan juga mengeluhkan akan implemtasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.2 thn 2015 mengenai larangan alat tangkap nelayan serta sulitnya mendapatkan air bersih sehingga para nelayan harus membeli air.

    Nelayan juga mengeluhkan jalanan yang rusak untuk menuju desa nelayan serta penyimpanan ikan yang buruk yang mengakibatkan ikan menjadi rusak dan terakhirnya kumuh nya perkampungan nelayan.

    Dalam tanggapannya Komisi IV DPR-RI menjelaskan tentang Undang-undang Perlindungan Nelayan yang sedang di perjuangkan, serta di yakini dalam Undang-undang tersebut semua permasalahan nelayan akan terjawab. Termasuk jalan masuk keluar kapal yang di permudah, air bersih dan kendala-kendala yang menjadi persoalan mendasar lainnya.

    Ditambahkan oleh anggota Komisi IV DPR-RI bahwa mengenai alat tangkap, secara tegas dikatakan yang dilarang adalah pukat tarik dan pukat selam, karena ikan yang di dapat hanyalah ikan-ikan kecil, jika di lanjutkan secara terus menerus dikhawatirkan akan mengganggu kelestarian ikan di Nusantara untuk kedepan.

    Komisi IV DPR-RI juga memberitahukan di tahun 2016 nanti akan disediakan program alat tangkap yg ramah lingkungan sebanyak 5600 unit.
    Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Dessy Romas, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Lana Rekyanti,  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Setiarto. Anggota Komisi IV DPR-RI sendiri dipimpin oleh KRT. Darori Wonodipuro dari Partai Gerindra dan segenap Anggota yang hadir dalam rombongan serta Dirjen Perikanan dan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan; Slamet Subiakto. (Smj)

  • Berita Terkait

  • Lima Pasangan Mesum, Digrebeg dan Dibina Saja

    Porwil Satu Cabor Satu Emas

    Pasar Murah Mesuji Diskon 50 Persen

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar