Ridho: Dana Desa Harus Sejahterakan Masyarakat

07 Juli 2015 - 19:46:21 | 1377 | BERITA DAERAH

DL/07072015/Tulangbawang Barat

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo  menegaskan bahwa dana desa yang dikucur khususnya ke wilayah kabupaten Tulangbawang Barat (TBB) seharus mampu mensejahterakan masyarakat. Oleh karenanya harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan diawasi dengan baik pula oleh pemerintah kabupaten.

Ini disampaikan Ridho saat acara buka puasa bersama dengan Jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (TBB)  Selasa (7/7) di Rumah Dinas Bupati Tulang Bawang Barat.

Sebelum itu, Bupati TBB, Umar Achmad menyampaikan bahwa telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Gubernur telah komitmen untuk percepatan pembangunan di TBB. Hal tersebut dibuktikan bahwa pada tahun 2015 anggaran yang dikucurkan ke TBB sebesar Rp186 miliar.

Hal tersebut kata Bupati, karena Kabupaten TBB memiliki perencanaan yang lebih baik. Masyarakat TBB kompak dan dinamis. Dana yang diberikan oleh Pemprov.

Dilaporkan pula Kabupaten TBB telah ada 2 Desa / Tiuh yang sudah mengelola anggaran sebesar Rp.1,4 miliar. “Kami bangga sudah dipercaya sedemikian besar oleh pemerintah provinsi dalam pengelolaan pembangunan dengan anggaran yang diberikan ini,” kata Umar.

Sementara Gubernur Lampung dalam kesempatan ini mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten / Kota se- Provinsi Lampung giat melaksanakan pembangunan di berbagai aspek kehidupan, yang bermuara pada satu tujuan, yaitu untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan titik berat pembangunan, diprioritaskan pada peningkatan kualitas infrastruktur pertanian, jalan, jembatan, penyeberangan, penerbangan, energi, dan peningkatan kualitas Sumber daya Manusia (SDM).

Gubernur Lampung juga memaparkan beberapa hal yang kiranya menjadi perhatian, yaitu :

(1) Tahun 2015, Pemerintah Pusat telah menganggarkan Dana Desa melalui APBN, sebesar Rp.26.394.427.000,- untuk membiayai belanja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Dana Desa, diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Saya berharap, agar kiranya Pemerintah Kabupaten dapat mengawasi dan memantau pelaksanaannya, sehingga benar-benar tepat sasaran.” Kata Ridho.

(2) Tingkatkan peran aktif aparat, tokoh adat, tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat guna mengantisipasi terjadinya konflik, serta budayakan komunikasi yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten dengan masyarakat dan sebaliknya.

(3) Pemerintah Kabupaten melalui Satker terkait, hendaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan jajaran Kepolisian guna mengantisipasi berkembangnya aliran yang bertentangan dengan syareat agama dan mengancam keutuhan NKRI,  serta tindak kriminal lainnya.

Apalagi berdasarkan data Polda Lampung  lebih dari 1.000 senpi ilegal berhasil diamankan di wilayah Lampung. Untuk itu perlu peran aktif kita semua, karena mengantisipasi tindak kriminal bukan hanya menjadi tugas mutlak kepolisian, namun juga berbagai unsur lainnya, seperti: peran alim ulama, tokoh masyarakat guna membina mental dan spiritual masyarakat.

Melalui kesempatan ini pula Gubernur Lampung menginformasikan, bahwa tahun 2015 ini Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan dana sebesar Rp.13.570.200.000,- kepada Calon Jemaah Haji (Calhaj) untuk mensubsidi Ongkos Transit Daerah (OTD).

Dana tersebut diberikan sebesar Rp2,7 juta per orang dari total OTD Rp4 juta. Adapun sisanya Rp1,3 juta, akan dibayarkan oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten / Kota.

Dengan demikian, maka Calhaj tidak lagi membayar biaya transit dari Bandara Radin Inten II Lampung ke Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Dengan adanya kebijakan ini, maka Pemerintah Provinsi tidak lagi menganggarkan bantuan transportasi atau catering kepada Calhaj asal Lampung selama berada di Tanah Suci.

Gubernur Lampung berpesan kepada pengurus masjid dan  pondok pesantren maupun anak yatim, fakir miskin, kaum dhuafa yang hari ini memperoleh bantuan sosial / santuan dari Pemerintah Provinsi Lampung, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan baik.

Hadir dalam acara ini unsur Forkopimda Provinsi Lampung dan SKPD terkait, Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat Umar Ahmad dan Unsur Uspika Kabupaten Tulang Bawang Barat serta para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat sekitar.  (R-01/Smj)