Yustin Ridho Nahkodai DKL

06 Juli 2015 - 17:12:09 | 1647 | SENI & BUDAYA

DL/96972915/Bandarlampung

Ny. Yustin Ridho Ficardo akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Terpilih Dewan Kesenian Lampung (DKL) Periode 2015-2019 dalam Musyawarah DKL, Senin (6/7) di Ruang Abung Kantor Gubernur Lampung. Yustin menggantikan Syafariah Widianti ZP yang tercatat memimpin DKL selama 2 periode (2008-2015).

Syafariah Widianti ZP (Atu Ayi) mengatakan, kehadiran DKL di masyarakat sangat berarti sebagai pilar pertahanan seni budaya dan selama ini terus mendukung Pemerintah dalam mengembangkan kebudayaan Lampung.

“Sebagai mitra pemerintah DKL melakukan pelestarian budaya secara sinergis dan menuangkannya dalam program Litbang dan komite-komite. Yakni komite tari, music, seni, rupa, teater, film, sastra dan tradisi,” jelasnya.

Ia mengharapkan ke depan dibawah kepemimpinan ketua yang baru, DKL Provinsi Lampung semakin maju dalam mengembangkan dan melestarikan budaya Lampung.

Sementara itu Yustin Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan, pengalaman pertama baginya berada di forum insan seni daerah Lampung. Meskipun demikian ini merupakan langkah awal yang kelak membawa nama baik Provinsi Lampung dibidang kesenian.

“Sebab majunya pembangunan tidak hanya merupakan tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, akan tetapi menjadi tanggungjawab kita bersama, tanpa terkecuali para pelaku seni,” ujarnya.

Untuk itu, ketua DKL terpilih mengharapkan melalui forum ini akan melahirkan ide dan gagasan untuk menumbuhkembangkan etos kerja yang harmonis, sinergitas dan koordinasi yang baik antara DKL dengan Pemerintah Daerah dalam menciptakan karya-karya yang baik dibidang kesenian menuju Provinsi Lampung yang maju dan sejahtera.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo diwakili Asisten Bidang Kesra Ellya Muchtar mengatakan, Provinsi Lampung memiliki potensi yang luar biasa dalam hal kesenian dan adat budaya. Potensi tersebut sebagian besar belum mendapat sentuhan yang berarti agar maju dan berkembang sehingga menjadi pilar-pilar kesenian dan kebudayaan nasional.

Diperlukan kerja sama dan sinergi semua pihak agar seni budaya Provinsi Lampung dapat terus berkembang, baik yang berakar dari seni dan budaya nasional maupun bertumpu pada seni dan budaya serta kearifan lokal.

“Salah satu produk budaya kita dalam bidang kesenian yang sudah diakui secara nasional dan internasional antara lain Tari Bedana dan Tari Siger Penguten, kain tapis, dan sulam usus. Masih banyak lagi potensi seni dan budaya daerah yang bisa kita kembangkan dan promosikan sehingga nantinya mendunia,” kata Ellya.

Selain membangun dan mengembangkan kesenian tradisi, hal lain yang tak kalah penting adalah bagaimana membangun tradisi berkesenian secara baik, kondusif, dan positif.

Diperlukan kesungguhan untuk membina, mendukung, dan memfasilitasi para seniman daerah ini agar mampu menghasilkan mahakarya atau masterpiece yang akan mengangkat nama daerah dan berdampak positif pada kesejahteraan para seniman.(SmJ)