X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Anang: Pembangunan Jalan Tol Sumatera Disambut Gembira

  • dibaca 1319 kali

    DL/09062015/ Jakarta

    Anggota DPD RI, Senator Ir. Anang Prihantoro mengatakan bahwa pada tanggal 30 April 2015, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo meresmikan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan meletakkan batu pertama di groundbreaking desa Sabahbalau – Jati Agung Lampung Selatan untuk ruas Bakauheni – Terbanggi Besar.

    "Dari rencana jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 Km dari Bakauheni hingga Banda Aceh, ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140,41 Km mengokupasi lahan seluas 2.671, 62 Ha melintasi 3 Kabupaten yaitu Lampung Selatan sepanjang 104,7 Km dengan luas lahan 1.867, 70 Ha meliputi 11 Kecamatan dan 50 Desa; Kabupaten Pesawaran sepanjang 5,60 Km dengan luas lahan 135,18 Ha meliputi 1 Kecamatan dan 6 Desa; dan Kabupaten Lampung Tengah sepanjang 30,11 Km dengan luas lahan 668,48 Ha meliputi 4 Kecamatan dan 18 Desa, ujar Anggota Komite II DPD RI, Senator Anang Prihantoro di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, (18/6).

    Percepatan pembangunan jalan tol trans Sumatera ini menghidupkan kembali asa masyarakat Sumatera umumnya dan masyarakat Lampung khususnya karena akan sangat berdampak pada kemajuan ekonomi nasional dan daerah dengan mengintegrasikan ekonomi Sumatera dan Pulau Jawa. Dengan terwujudnya pembangunan jalan tol trans sumatera akan memudahkan arus barang dan jasa dari sumatera ke Pulau Jawa maupun sebaliknya.

    Ruas jalan tol trans sumatera direncanakan terintegrasi dengan jalur kereta api dan pembangkit tenaga listrik ditengah jalur dengan lebar jalan 120 meter.

    Dengan dimulainya pembangunan jalan tol trans sumatera ini, masyarakat berharap tanah masyarakat yang sudah di data Pemerintah selama ini segera ada kejelasan  pembebasan lahan masyarakat dengan ganti rugi yang memadai.

    Kalau tidak segera ada kejelasan pembebasan lahan akan membingungkan dan merugikan masyarakat karena berkaitan dengan efektivitas waktu penggunaan/pengelolaan lahan oleh masyarakat.

    "Masyarakat tidak ingin masalah pembebasan lahan akan mengganggu proses pembangunan jalan tol trans sumatera sepanjang proses pembebasan dilakukan oleh pemerintah dengan transparan, adil sehingga masyarakat dapat memanfaatkan konpensasi pembebasan lahan secara produktif dan optimal untuk menata kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

    Senator Anang mengungkapkan bahwa, dibutuhkan pengawasan yang efektif dalam proses pembebasan lahan, sehingga pengorbanan masyarakat atas hak tanahnya tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.  

    Kemudian, terkait Operasional Tol Laut yang merupakan Gagasan menjadikan Indonesia Poros Maritim oleh Pemerintah mulai diwujudkan dengan meresmikan jalur tol laut pertama oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 6 Mei 2015 di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung. Jalur tol laut pertama dengan membuka trayek angkutan laut  Pelabuhan Panjang (Bandar Lampung) – Tanjung Perak (Surabaya) disambut antusias oleh masyarakat Lampung karena akan sangat memudahkan pergerakan arus barang dan produksi hasil bumi dari Lampung terutama ke Pulau Jawa.

    "Hasil produksi strategis dari Lampung dari sektor perkebunan, pertanian dan peternakan akan bisa dengan cepat didistribusikan ke kawasan Indonesia bagian timur melalui Surabaya.
    Trayek tol laut pertama dari Pelabuhan Panjang ke Tanjung Perak digerakkan melalui pengoperasian kapal laut terjadwal yang mampu mengangkut 200 truk besar dengan lama perjalanan kurang lebih 40 jam yang biasanya harus ditempuh dalam waktu 90 – 100 jam jika melalui jalur darat," katanya.

    Disamping mampu menghemat kurang lebih 50 % waktu perjalanan, juga berdampak positif bagi persaingan usaha sektor transportasi karena akan terjadi efisiensi biaya.

    Biaya yang lebih rendah dan waktu yang lebih cepat tiba ditujuan dibanding melalui jalur darat dengan sendirinya akan menghemat penggunaan  BBM, biaya penyusutan suku cadang, biaya penyeberangan dan jalan tol dan terhindar dari menanggung kemacetan di tengah jalan terutama pada jalur-jalur padat Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

    "Sehingga upaya untuk mengurangi beban jalan dan untuk menurunkan beban biaya logistik semaksimal mungkin dengan  waktu yang lebih cepat akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi perekonomian," harapnya.

    Akses tol laut menjadi alternatif baru arus barang dan penumpang dari dan ke Bandar Lampung – Surabaya dan Kawasan Timur Indonesia lainnya.

    Mulai beroperasinya trayek tol laut terjadwal dari Panjang – Tanjung Perak, perlu diimbangi dengan perbaikan fasilitas pelayanan pelabuhan yang lebih baik, nyaman dan aman.

    "Maka, dengan pelayanan pelabuhan yang optimal keberadaan tol laut akan berdampak pada peningkatan perekonomian Lampung," imbuhnya. (Ryan)

     

  • Berita Terkait

  • Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Cairkan Dana Desa

    Refleksi Peringatan HUT ke-69 Lampung Utara

    Sepuluh Tahun Lagi BPD Jadi Tuan Rumah

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar