SUPM Untuk Uji Kompetensi

06 Juni 2015 - 16:44:38 | 1701 | BERITA DAERAH

DL/06062015/Kota Agung

Provinsi Lampung terus berupaya memajukan bidang kelautan dan perikanan sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang. Antara lain akan dibangunnya Politeknik Kelautan dan Perikanan di Kota Agung bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membangun Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) di Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Sekolah ini membentuk lulusan yang memiliki keterampilan, kompetensi dan profesional dibidang perikanan.

Sehingga dapat menjadi tenaga kerja yang profesional baik sebagai pelaku utama muda modern maupun sebagai tenaga kerja pada dunia usaha dibidang perikanan dalam maupun luar negeri.

Sejak berdiri sudah meluluskan 835 orang dengan persentase penyerapan terdiri dari 54,66 persen bekerja di perusahaan perikanan, 21,05 persen di pemerintahan, 14,05 persen berwiraswasta dan 10,24 dalam proses verifikasi data.

“Sebagai Center Of Excellent SUPM Kota Agung menitikberatkan pada industri jasa maritim yang menyediakan tenaga kerja dibidang Nautika Perikanan Laut. Sekolah ini juga sebagai tempat uji kompetensi serta uji sertifikasi CPIB,” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Setiato ketika menghadiri Wisuda SUPM (4/6).

Wisuda ke-10 ini bertema “Wisudawan Angkatan X siap berpartisipasi dalam mendukung program industrialisasi perikanan dalam menyongsong kerjasama Masyarakat Ekonomi Asia.

Acara wisuda kali ini dihadiri pula oleh Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan, Dr. Suseno, Wakil Bupati Tanggamus dan jajarannya, Muspida kab Tanggamus, Muspika kec Kota Agung Barat, orang tua / wali wisudawan dan para wisudawan SUPMN Kota Agung.

Tahun pelajaran 2014/2015 telah meluluskan 121 siswa atau lulus 100 persen dengan keahlian nautika perikanan laut (NPL) sebanyak 59 orang dan keahlian teknologi budidaya perikanan sebanyak 62 orang, sebanyak 47 persen adalah anak dari pelaku utama perikanan, dengan lulusan terbaik adalah M. Karel Baharudin AW dari jurusan Teknologi Budidaya Perikanan.

Tahun ini sebanyak 39 lulusan terpaksa tidak bisa mengikuti wisuda karena sudah bekerja di luar negeri. Program tersebut bekerjasama dengan Korea. Sebanyak 92 orang lulusan telah diterima bekerja di perusahaan, sisanya sedang proses recruitment. (Smj)