Dahlan Iskan Diperiksa Kejati DKI Jakarta

06 Juni 2015 - 16:15:27 | 351 | BERITA DAERAH

DL/06062015/Jakarta

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk diperiksa sebagai saksi rerkait kerugian negara sebesar Rp.33,2 miliar, dalam dugaan kasus  korupsi pembangunan Gardu Induk di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Tahun Anggaran 2011-2013 yang bersumber dari APBN sebesar Rp.1 Triliun, berdasarkan hasil laporan dari Badan Pengawas dan Keuangan Pembangunan (BPKP).

Selama kurang lebih empat jam Dahlan Iskan diperiksa oleh Tim Penyidik  di Ruang Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, dan usai menjalani pemeriksaan Mantan Dirut PT. PLN (Persero) tersebut langsung menuju kendaraannya tanpa menghiraukan awak media yang sudah menantinya terkait penetapan status tersangka pada dirinya.

Kejati DKI Jakarta menetapkan Dahlan Iskan menjadi tersangka karena telah memenuhi persyaratan dan dua alat bukti yang sah pada Jumat (5/6).

Selain Dahlan Iskan, Kejati DKI Jakarta telah menetapkan 15 orang menjadi tersangka dan 10 orang diantaranya sudah pada tahap penuntutan serta berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Berkaitan dengan penyelesaian kasus ini kami memanggil saudara Dahlan Iskan untuk diperiksa sebagai saksi, karena pada saat proyek ini berjalan pada tahun 2011 saudara Dahlan Iskan menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek ini, ujar Ketua Kejati DKI Jakarta, M Adi Toegarisman di ruang kerjanya, Jl HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Jumat (5/6).

Lanjut dia, kalau ditanya alasannya bahwa dalam perkembangan pemeriksaan sebagai saksi, kemudian dilihat peranan yang bersangkutan selaku KPA, maka kami berkesimpulan untuk ada dua alat bukti minimal, kemudian kami menyatakan bahwa saudara Dahlan Iskan sebagai tersangka.

Kesepuluh orang yang sudah masuk dalam tahap penuntutan antara lain:
2 Menejer Unit Peelaksana Konstruksi Jaringan
1 Menejer Konstruksi dan Jaringan
1 Menejer Konstruksi dan Operasional
1 Pegawai PT PLN (Persero) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan
1 Assisten Enginer Tehnic Electrical
1 Deputy Menejer Akuntansi Pikitring
2 Pegawai PT PLN (Persero) Pikitring Jawa dan Bali
1 Pegawa PT PLN (Persero) Proring Jawa Tengah dan Yogyakarta
1 Direktur PT HYM

Kejati DKI Jakarta kembali akan memeriksa Dahlan Iskan dalam status tersangka pekan depan. (Ryan)