Dari Pupuk Organik, Untung Mengharumkan Nama Daerah

27 Agustus 2013 - 01:12:22 | 1755 | IPTEK

DL/26082013/ Kotabumi.

Pemanfaatan Mikro Organisme Lokal (MOL) yang dia ciptakan untuk mempercepat proses produksi pupuk organik dalam jumlah lebih banyak dan waktu yang relatif lebih cepat tidak serta merta menjadikan pupuk organik buatannya ini langsung diterima masyarakat setempat.

Saat itu, ada anggapan pemakaian pupuk organik khususnya yang berasal dari kotoran hewan ternak akan merusak tanaman sehingga masyarakat enggan menggunakannya. Mereka masih sangat percaya pemakaian pupuk kimia lebih baik untuk menyuburkan tanaman miliknya.

Peristiwa yang dialami pada 1998 lalu ini, tidak lantas membuat Untung Saparudin patah semangat . Dia tetap memproduksi pupuk organik walau sebatas digunakan untuk memupuk tanaman yang dia usahakan sendiri khususnya tanaman lada.

Karena kecintaannya di dunia pertanian, pada 2003 Untung menggabungkan diri menjadi anggota Kelompok Tani Seganti untuk mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang diselenggarakan instansi setempat.

Sekitar 2006, dia keluar dari keanggotaan kelompok tani itu dan bergabung dalam anggota  Kelompok Tani Sari Rejo yang ada di desanya. Prestasinya yang menonjol di bidang pertanian, pada 2007 dia dipercaya menjadi Ketua Gabungan Kelompok Tani  (Gapoktan) Sejahtera yang membawahi 10 kelompok tani yakni; Sari Rejo I, Sari Rejo II, Sido Rukun, Bina Rukun, Sepakat dan Karya Bersama.  Dilanjutkan kelompok tani Seganti, Karya Mulya, Sekundang dan Al-Barokah

Selama rentan waktu 2007 itu, Untung Saparudin aktif mengikuti  berbagai kegiatan pertanian yang diselenggarakan instansi setempat. Seperti, Pameran Pekan Pembangunan Nasional di Musi Banyu Asin, Palembang, pameran yang sama di Kabupaten Pekatar Propinsi Sulawesi dan  Kabupaten Kutai Kertanegara Propinsi Kalimantan Timur.  

Di tahun yang sama, dia juga mengikuti Jambore Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Doroyudan, Boyolali, Propinsi Jawa Tengah dilanjutkan Jambore Nasional di Metro Propinsi  Lampung ( r-11)