X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Andi Yakin 5 Tahun Lagi, Pelabuhan Macet

  • dibaca 2263 kali

    DL/18042015/Jakarta

    Komite IV DPDRI mengunjungi kantor Kementerian Perencanaan Nasional, yang diterima langsung oleh Menteri Bappenas Adrianov Chaniago beserta jajaran deputi dan sesjen. Komite IV yang dipimpin Ketuanya Cholid Mahmud bersama anggota: Andi Surya (Lampung), Ajiep Padindang (Sulsel), Haripinto (Kepri), dan Andri Garu (NTT) menyampaikan usulan-usulan program pembangunan di daerah dalam rangka penyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan sekaligus dapat direalisasi pada RAPBN 2016.

    Dalam kesempatan tersebut, Andi Surya menyampaikan beberapa hal yang menjadi masukan kepada pemerintah khususnya kementerian perencanaan nasional.

    Pertama,  Andi Surya menyatakan, Kementerian Bappenas harus melakukan antisipasi terhadap pembangunan Tol Sumatera yang saat ini pembangunannya mulai dilaksanakan dari Aceh, Sumut, Riau, Sumsel hingga Lampung, yaitu terkait kemampuan ASDP dalam mengurus penyeberangan Bakauheni - Merak dalam lalu lintas penumpang dan kendaraan bermotor lima tahun mendatang manakala Tol Sumatera beroperasi.

    Dengan beroperasinya Tol Sumatera ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi menggeliatkan simpul perdagangan di Sumatera yang berakibat tingginya lalu lintas dan distribusi barang jasa di jalur Tol ini, sementara kebijakan  Pemerintah saat ini menunda pembangunan Jembatan Selat Sunda.

    Andi Surya memprediksi lima tahun mendatang akan terjadi bottle neck dengan kemacetan luar biasa di mulut penyeberangan Bakauhen dan Merak Banten oleh karena ketidakmampuan sarana dan prasara ASDP, hal ini harus dapat diantisipasi oleh Kementerian Perencanaan Nasonal dan Bappenas.

    Terkait kebijakan pemerintah untuk lebih mengutamakan sektor riil produktif dalam rangka meningkatkan dan memunculkan keunggulan daerah sesuai dengan RPJMN 2015-2019, Andi Surya meminta kepada Bappenas lebih pro kepada peningkatan potensi ekonomi daerah dengan memberi kesempatan UKM dan Koperasi untuk dibina dan dinggelontorkan pinjaman lunak dan modal awal. Khususnya kepada UKM dan koperasi yang bergerak pada sektor riil produktif yang melibatkan potensi keunggulan daerah baik sektor agribisnis, pertambangan, ekonomi kreatif maupun lainnya.

    Andi juga mengusulkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan agar benar-benar terjaga dan masuk dalam perencanaan Bappenas, terkait dengan maraknya persoalan tanah di daerah antara badan usaha pemerintah maupun swasta yang berhadapan dengan tuntutan rakyat dari Sabang sampai Merauke.

    Agar konflik pertanahan ini tidak melebar dengan mengorbankan kawasan hutan sebagai kompensasi kepada badan-badan usaha ini maupun kepada rakyat yang bersengketa, karena ada kecenderungan jalan keluar konflik lahan tanah ini adalah mengalihkan kawasan hutan menjadi hak guna usaha dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan daya dukung sumber alam.

    Terhadap ketiga hal yang disampaikan Senator Lampung ini, Adrinov Chaniago menyatakan akan memasukkan usulan-usulan ini dalam rencana kerja pemerintah, diharapkan pula para senator di daerah dapat memberikan masukan yang lebih up to date atas persoalan-persoalan pembangunan yang saat ini dilakukan melalui pendekatan kewilayahan. (Ryan)

  • Berita Terkait

  • Gaji Dokter Ditahan Atas Permintaan Ka Puskes

    Alex : Dak Sembarangan Pakai Namo Sriwijaya

    Kakak Adik Balita Cacat Fisik Butuh Perhatian

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar