Alex : Dak Sembarangan Pakai Namo Sriwijaya

16 April 2015 - 17:51:38 | 324 | BERITA DAERAH

DL/15042015/Jakarta

Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (KAMSRI) memikul nama Sriwijaya merupakan beban yang berat. Tidak sembarangan menggunakan nama Sriwijaya. Jadi kalau sudah menggunakan nama Sriwijaya, KAMSRI biasa-biasa saja, ganti saja namanya," ujar Gubernur Sumatera Selatan, Ir. H. Alex Noerdin pada saat Pelantikan Pengurus DPP KAMSRI di Gedung Nusantara V Komplels Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4).

"Nama Sriwijaya tidak boleh digunakan sembarangan," tegas Mantan Bupati Musi Banyuasin ini. Seribu tiga tatus tahun lalu, Dabunta Hyang berlayar dari Asia Selatan sampai ke pesisir timur Sumatera di sebuah muara sungai, namanya Sungai Musi dan sampai saat ini masih ada sungainya.

Kemudian, melanjutkan perjalanan ke hulu dengan diiringi 20 ribu prajurit berjalan kaki dengan membawa perbekalan hingga sampai di sebuah bukit namanya Bukit Siguntang juga masih ada bukitnya.

Membangun sebuah pemukiman dan berkembang kemaharajaan maritim terbesar saat itu, yakni Kerajaan Sriwijaya, yang menguasai dan mengontrol Selat Malaka, dimana saat itu telah berlangsung perdagangan global, kita sudah berdagang dengan India dan China. "Di India terdapat Universitas Nayapraya tertua di dunia, dimana bangunan gedung disumbang oleh Raja-Raja Sriwijaya," tuturnya.

Dinasti Syailendra menghibahkan Candi Borobudur kepada saudara-saudara kita di Jawa, dahulu dengan perjanjian tidak boleh dikomersialkan. "Nah, sekarang ada Yayasan Candi Borobudur yang mengkomerisalkan entah apapun alasannya bisa diterima, tapi sebagai pendirinya, kit minta bagian, tolong dukung KAMSRI," harapnya.

Alex Noerdin mengatakan, terkait dengan salah satu negara tetangga di Asean, Negeri Singa yakni Singapura, ternyata didirikan oleh Kesultanan Palembang Darussalam.

Sedangkan, Johor dan Malaka, saya sedang mencari bukti-bukti otentik, Pak Jimly (Jimly Asshiddiqie) tolong bantu kami, jika dapat bukti otentik tersebut, kita akan ke Pengadilan Dunia, sangat luar biasa keberadaan Sriwijaya, jadi jangan sembarang-sembarang pakai nama Sriwijaya. "Untuk yang mewakili Gubernur, kalian sampaikan kepada mereka lain kali datang," katanya.

Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang mengembalikan kejayaan Sriwijaya, dengan cara sekarang bukan dengan mengjadang bajak laut, tentu tidak. "Tidak lagi belago, tapi beradu dengan progtam-program yang cerdas," imbuhnya. Sumatera Selatan yang pertama di Indonesia dan sekarang dicontoh diseluruh nusantara, seperti sekolah gratis 12 tahun (SD, SMP, SMA), dan mulai tahun ini 2015 akan diberlakukan Kuliah Gratis hingga Sarjana, secara selektif dan bertahap.

Termasuk pengobatan gratis, Sumatera Selatan adalah Provinsi pertama yang melakukan, hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2008. "Manusia di Sumatera Selatan terlindungi oleh Asuransi Kesehatan, belum ada BPJS, BPJS itu niru kito, kamu jangan dak percayo itu," ungkapnya.

Potensi Sumber Daya Alam, Pertanian juga luar biasa, dan separuh dari tambang di Indonesia, setengahnya ada di Sumatera Selatan, serta penghasil karet terbesar di Indonesia, juga surplus beras sebesar 1.200.000 ton beraa yang dihasilkan pada tahun 2014, untuk 2015, dibebankan oleh Pemerintah tambah 1 Juta ton beras lagi.

"Insya Alloh, dapat tercapai 2,2 Juta ton beras surplus, kita juga suplai listrik 5,5 MW dan disrribusikan ke Lampung, Bengkulu dan Jambi," jelasnya. Semua potensi yang ada di Sumatera Selatan dapat dilipatgandakan dan ditingkatkan, namun kendala utama yang dihadapi adalah Infrastruktur, permasalahan dalam pembangunan yakni keamanan dan infrastruktur.

Terkait dengan penuelenggaraan Asian Games ke 18, Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, dan dua kota menjadi tempat penyelenggaraan, DKI Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. (Ryan)