X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Indonesia Darurat Trafficking

  • dibaca 1424 kali

    DL/08032015/Kota Metro.

    Kejahatan Perdagangan Orang (Human Trafficking) merupakan kejahatan luar biasa, karena korban dari tindak kejahatan perdagangan orang akan mengalami penderitaan lahir dan batin bahkan tidak jarang korban merasa disingkirkan dari sosial masyarakat.

    Hal ini disampaikan oleh ketua umum serikat buruh migran Indonesia (SBMI) Hariyanto, usai menghadiri  pembukaan kampanye publik tentang pencegahan kejahatan perdagangan orang  di Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari Lampung Timur, pada Jumat (6/3).

    Masalah  perdagangan orang belum banyak diketahui masyarakat, untuk itu SBMI bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia, BNP2TKI melakukan kampanye publik didua wilayah yaitu Lampung Timur dan Waykanan pada (6-7/3).

    Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami apa itu Human Trafficking dan dapat dilakukan tidak pencegahan sedini mungkin.

    “ Tindakan yang menjurus kepada TPO itu ada tiga unsur yaitu, unsur cara, proses dan eksploitasi hal tersebut yang masuk dalam ranah Human Trafficking. Dan rata-rata terjadinya Human Trafficking melibatkan pihak keluarga,” jelas Hari.

    Menurut Hari, di Provinsi Lampung sudah ada perda yang mengatur tentang trafficking, namun bila dilihat secara sekala Nasional peraturan tersebut belum maksimal dijalankan dan masih perlu sosialisasikan ke masyarakat.

    Menurutnya, Lampung termasuk daerah yang cukup besar memberangkatkan tenaga kerja keluar negeri. Sesuai catatan yang masuk ke SBMI hingga 2013 sekitar 17.000 orang menjadi buruh migran.

    Khusus untuk wilayah Lampung, banyak sekali kasus-kasus yang dilaporkan ke SBMI dan rata-rata para buruh migran mengalami eksploitasi tenaga, selanjutnya dipaksa untuk masuk dalam  prostitusi  dan korban perkosaan.

    “ Kalau kita lihat secara skala Nasional, 60% pihak yang ikut terlibat sehingga terjadinya kejahatan trafficking merupakan orang terdekat korban. Bisa dari pihak orang tua, adik, kakak, paman atau saudara yang lainnya,” terangnya.

    Beberapa kasus yang ditangani SBMI, rata-rata melibatkan orang tua kandung. Hal ini biasa dilakukan karena kondisi perekonomian keluarga, sehingga orang tua akan memberikan data palsu tentang anaknya yang akan menjadi buruh migran.

    Dari mulai usia, alamat dan lain sebagainya. Hal ini yang menyulitkan bagi SBMI untuk menyeret pelaku ke ranah hukum, karena setelah dilakukan pendalaman biasanya pihak keluarga tidak mengijinkan untuk ditindaklanjuti karena akan menyeret anggota keluarga tersebut masuk ke jerat hukum.

    Heri menambahkan, saat ini Indonesia sudah masuk darurat trafficking,  ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah. Guna antisipasi kondisi tersebut, Pemerintah harus menyiapkan lapangan pekerjaan serta mensosialisasikan Undang-Undang tidak kejatahan trafficking kepada segenap lapisan masyarakat. Dalam UU Trafficking sudah dijelaskan bahwa pelaku dapat dikenai kurungan penjara selama 15 tahun dan ditambah denda.

    “ Kepada korban trafficking usaha yang dilakukan SBMI adalah melakukan pembinaan dan edukasi. Banyak hal yang dapat diimplemantasikan dari edukasi tersebut seperti memberi konseling, pembinaan wirausaha dan pendampingan hukum,” Imbuhnya.

    Hari berharap, kedepan Pemerintah lebih serius menerapkan undang-undang kejahatan trafficking agar para pelaku memiliki rasa jera untuk melakukan perbuatan tersebut. Trafficking merupakan kejahatan luar biasa, untuk pencegahan perlu adanya kerjasama dari semua lapisan, dari Kepolisian, Kejaksaan, tokoh masyarakat, tokoh Agama organisasi masyarakat dan lain sebagainya agar tindak kejahatan perdagangan orang dapat dicegah,” tandasnya. (Igun)

  • Berita Terkait

  • Pengalaman TKW Lamtim Mau Dimakan Anjing

    Mahasiswa Tanam Mangrove

    Kalender Event Wisata Lampung

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar