Susi Ke Dipasena, Gubernur Minta Jaga Aset Yang Ada

04 Maret 2015 - 12:58:23 | 1637 | BERITA DAERAH

DL/04032015/Dipasena

Lampung potensinya melimpah sumber daya kelautan, dengan luas wilayah 60 ribu Km2 yang terdiri dari daratan 35 Km2 lebih dan laut 24 Km2 lebih. Garis pantai 1.105 Km2 dan terdapat pulau kecil sebanyak 132 pulau.

Dari Teluk Semangka dan Teluk Lampung dan 6 sungai besar yaitu Way Sekampung, Way Mesuji, Way seputih, Way Tulangbawang, Way Semangka dan Way Jepara.

Saat ini Lampung sebagai penghasil Udang terbesar yang berkontribusi 60% nasional. Lahan tambak yang belum termanfaatkan dengan maksimal ada seluas 31, 8 hektar lebih dan yang sudah dimanfaatkan ada 38 hektar lebih.

Kabutapen Tulangbawang khususnya  Kampung Dipasena merupakan 43% dari lahan tambak aktif di provinsi Lampung. Sedangkan nilai ekspor ikan dan Udang selama tahun 2014  Us $ 213,1 juta, sedangkan pada bulan Desember 2014 mengalami peningkatan ekspor sebesar 25,74% atau US$ 4,3 juta.

Ikan dan Udang menyumbang kontribusi ekspor sebesar 5,74%. Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perikanan tangka sebesar 107,57 dan perikanan budidaya sebesar 97,37.

Ridho menegaskan bahwa pada tahun 1990-an wilayah tambak Dipasena merupakan kawasan Minapolitan terbesar di Asia. Oleh karenanya dengan kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan diharapkan sebagai penyemangat dan sekaligus pendorong petani tambak Dipasena mencapai kejayaannya kembali, dengan program normalisasi kawasan eks Dipasena ini.

“Dengan begitu nasib dan kesejahteraan petani tambak di sini cepat meningkat. Dan saya mohon seluruh stake holder untuk tetap menjaga aset eks Dipasena ini. Kepada petani agar tetap bekerja secara maksimal dengan menerapkan teknologi budidaya udang yang baik,” kata Gubernur. (R-01/Smj)