Pemerintah lambat Perbaiki Jembatan Way Lempuyang

26 Februari 2015 - 09:13:14 | 1489 | BERITA DAERAH

DL/25022015/Lampung Tengah.

Putusnya jembatan Way Lempuyang di Kabupaten Lampung Tengah beberapa waktu lalu menjadikan persoalan baru.  Imbas dari kondisi ini menjadikan jalur di daerah lain seperti Kota Metro, yang menjadi jalur alternatif mulai mengalami kerusakan.

Jalan protokol Jenderal Sudirman dan AH. Nasution saat ini mulai retak dan berlubang akibat intensitas  kendaraan yang padat serta kendraan truk besar yang melibihi tonase melintas dijalan tersebut.

Sementara itu, di wilayah Lampung Tengah, jembatan Bailey sudah dibuka namun belum dapat dilintasi kendaraan besar. Hanya kendaraan jenis minibus dan kendaraan roda dua yang dapat melintas di jembatan tersebut.

Selain sempit, kondisi jalan di wilayah Lampung Tengah juga kondisinya banyak yang rusak berlubang. Kondisi ini membuat Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, AKP July Sundara  bersama jajarannya turun melakukan penimbunan di bebarapa titik jalan yang dianggap rusak parah yang dapat mengakibatkan tersendatnya arus lalulintas serta dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

“ Kami melakukan ini demi kelancaran lalulintas serta kenyamanan pengendara agar tidak terjadi kecelakaan,” Ujar July.

Lebih lanjut July mengatakan, sebelum jembatan utama selesai dibangun maka kemacetan tidak dapat dihindari. Pasalnya, tepat di jembatan yang patah kendaraan hanya bisa satu arah dan dengan terpaksa dilakukan sistem buka tutup.

“ Kondisi ini sangat menganggu aktivitas warga, dampak dari kemacetan itu sendiri menjadikan distribusi barang jadi tersendat sehingga dapat mengganggu perekonomian antar wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Tedjo, warga Lampung Tengah mengaku, menurutnya Pemerintah lambat menyikapi kondisi ini. Semakin lambat pemerintah melakukan perbaikan jembatan Lempuyang maka imbas kerusakan jalan akan merembet kedaerah lain yang menjadi jalur alternatif seperti Kota Metro dan Lampung Timur.

“ Pemerintah harus segera memperbaiki jembatan lempuyang, agar imbas kerusakan jalan tidak merembet kemana-mana,” keluhnya.

Tedjo menambahkan, akibat lambatnya Pemerintah melakukan perbaikan kerugian tidak hanya pada Pemerintah itu sendiri. masyarakat juga turut menanggung akibatnya karena, kerusakan jalan jadi bertambah dan perekonomian jadi tersendat. (Igun)