Di Lampung Angka Kematian Ibu Saat Melahirkan Masih Tinggi

23 Februari 2015 - 14:24:04 | 3601 | KESEHATAN

DL/23022015/Bandarlampung

Ternyata, angka kematian Ibu dan bayi di provinsi Lampung dinilai masih cukup tinggi kejadiannya. Karena itu kematian ibu bdan bayi baru lahir masih menjadi momok bagi dunia kesehatan. Tidak saja di Lampung tetapi juga di Indonesia.

Dari rilis yang dikeluarkan Humas Dinas Kesehatan provinsi Lampung, pada tahun 2014 data yang dikumpulkan dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, ada 130 kasus kematian ibu, 770 kasus kematian perinatal, 102 kematian neonatal, 127 kasus kematian bayi dan 48 kasus kematian balita.

Pada saat ini kematian ibu lebih disebabkan oleh eklampsia, pendarahan, infeksi, abortus dan sebagainya. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kematian ibu juga dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat seosial ekonomi, pendidikan, kedudukan dan peran perempuan dalam rumah tangga, serta struktur sosial masyarakat.

Selain itu faktor transportasi yang buruk mengakibatkan kelambatan dalam mengenali gejala dan tanda bahaya pada kehamilan, terlambatnya pengambilan keputusan serta tindakan pertolongan.
Sebagian besar kematian ibu dan bayi dapat dicegah melalui deteksi dini yang baik oleh ibu, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan. Penanganan tanda bahaya kehamilan, persaliann dan nifas secara dini, cepat dan tepat akan menyelematkan ibu dan bayi dari kematian yang tidak dikehendaki.

Oleh karena itu, tanda bahaya perlu dikenali oleh setiap ibu hamil, keluarga, dan  masyarakat  misalnya, ibu hamil tidak mau makan dan muntah terus, berat badan ibu hamil tidak naik, pendarahan, bengkak kaki, tangan, wajah, pusing dan dapat diikuti kejang, gerakan janin berkurang badan atau tidak ada.

Atau tanda lain adanya kelainan letak janin di dalam rahim, ketuban pecah sebelum waktunya, persalinan lama, penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamil;an dan demam tinggi pada masa nifas.

Jika ada sala satu tanda tersebut disarankan agar segera melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan atau dokter secara teratur.

Selain itu bagi ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun, atau ibu yang jumlah anaknya lebih dari 3 orang dan pada kehamilan ibu yang jarak kelahirannya kurang dari 2 tahun. (R-01/rel)