X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Pemkab Lamtim Lamban, Tamanasri Masih Mencekam

  • dibaca 2138 kali

    DL/08022015/Lampung Timur

    Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dinilai lamban mengantisipasi dan menangani persoalan pasca bentrok dua desa di wilayahnya.

    Beberapa hari pasca bentrok antara warga Negara Nabung dan Tamanasri  Lampung Timur, kondisi di Tamanasri dan Tamancari kini masih mencekam. Warga masih was-was bila terjadi bentrok susulan. Khususnya kaum perempuan dan anak-anak serta orang tua yang sudah lanjut usia belum berani pulang ke rumah mereka dan tetap bertahan di pengungsian atau tinggal sementara di rumah kerabat.

    Di kedua desa Tamanasri dan Tamancari, aktivitas hanya dilakukan kaum laki-laki, mereka tidak ikut mengungsi karena menjaga harta benda serta mengurus ternak masing-masing. Namun kecemasan dan rasa was-was masih nampak jelas dari raut wajah mereka bila bentrokan kembali terjadi.

    Di kedua Desa ini warganya masih terlihat siaga menjaga kemungkinan terjadi bentrokan kembali pecah, mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam, tombak dan bambu runcing.

    Kondisi ini karena lambatnya pihak Pemkab Lampung timur melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Baik Kades maupun Camat belum ada upaya untuk mengumpulkan warganya melakkukan pendekatan serta pembinaan kepada warganya masing-masing agar masalah ini tidak berkembang dan terulang kembali.

     Terbukti pada saat detiklampung.com memasuki wilayah Negara Nabung , warga masih banyak berkumpul dan tidak menutup kemungkinan hal ini akan memicu terjadinya isu-isu yang dapat menyulut bentrokan kembali pecah. 

    Di rumah salah seorang warga, Sarbini yang notabene orang tua dari Iqbal  korban amuk massa mereka masih belum bisa menerima kondisi anaknya yang menjadi korban beberapa waktu lalu karena terlibat aksi pencurian.

    Bahkan yang masih menjadi ganjalan warga Negara Nabung adalah salah seorang korban yang bernama Deny, yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit Advent Bandar Lampung mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Dan menurut informasi warga sekitar korban mengalami pendarahan di otak serta matanya selalu mengeluarkan darah.

    Menanggapi hal ini, Pasi Intel Kodim 0411/LT Lettu Suprobo mengatakan untuk antisipasi pecahnya bentrok susulan dan menjaga situasi tetap kondusif, personil TNI diperintahkan untuk terus melakukan patroli.

    “ Selain itu kami juga melakukan pendekatan kepada warga untuk segera kembali ke rumah masing-masing, dan kami akan terus bersiaga sampai kondisi benar-benar aman dan kondusif,” jelasnya.

    Satu SSK personil TNI dari Kodim 0411/LT tengah saat ini bersiaga di kedua wilayah yang bertikai. Selain melakukan patroli TNI juga diperintahkan untuk menetralisir isu-isu yang berkembang di masyarakat  yang dapat menimbulkan permasalahan baru.

    Menurut Suprobo, kondisi ini menjadi tanggungjawab semua pihak, karena jika tidak segera diselesaikan dengan tuntas akan menimbulkan efek di belakang hari. “Kita ini kan satu bangsa yang sedang ingin menciptakan suasana negeri ini kondusif. Letupan seperti ini harus diselesaikan bersama-sama, duduk satu meja untuk bicara jalan keluarnya, bukan memperluas persoalan. Pihak kami turun langsung untuk menetralisir masyarakat, semua harus berkepala dingin,” tambahnya.

    Seharusnya bukan saja aparat keamanan yang proaktif dalam persoalan seperti ini, melainkan aparat pemerintahan mulai dari desa hingga Kabupaten segera tanggap dan turun ke lapangan untuk mendinginkan suasana. (rd-07)

    Ket. Gambar: Anggota TNI dari Kodim 0411/LT sedang briffing untuk melakukan pengamanan teritorial di kawasan yang sedang bermasalah, Minggu pagi (8/2).

  • Berita Terkait

  • Presiden : Kita Harus Hormati Proses Hukum

    DPD RI Tingkatkan Hubungan Bilateral Dengan Rusia

    Puskesmas Tejoagung Metro Timur Tolak Pasien BPJS

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar