X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Pasca Bentrok, Warga Masih Mengungsi

  • dibaca 2166 kali

    DL/13012015/Lampung Timur

    Pasca bentrok antar warga Gedung Dalam dan  Raman Aji Lampung Timur, hingga Selasa (13/1) suasananya relatif kondusif. Namun demikian, warga khususnya kalangan wanita dan anak-anak  Dusun 5 dan Dusun 6 Raman Aji masih mengungsi ke rumah warga lainnya.

    Aktifitas perekonomian seperti pasar belum berjalan dan para pelajar pun belum masuk sekolah karena masih trauma dengan peristiwa bentrokan tersebut.

    Kondisi yang lebih kondusif dan aman ini berkat kerja keras aparat TNI-Polri yang bahu membahu memberikan arahan serta pengertian kepada warga dua belah pihak yang berseteru untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kerusuhan kembali terjadi. Hal itu dapat diterima oleh warga sehingga kondisi di lokasi bentrok sudah lebih aman.

    Komandan Kodim 0411/LT, Letkol Czi.Hari Darmica mengatakan, saat ini pasukan dari TNI serta Dalmas Polres Lampung Timur masih disiagakan di kedua wilayah untuk tetap menjaga dan melakukan patroli.

    “Personil TNI-Polri saat ini masih siaga di lokasi, dan kami terus melakukan pendekatan serta memberikan pengertian kepada warga untuk segera kembali ke rumah masing-masing untuk menjalankan aktivitas seperti biasa,” terangnya.

    Pasca kerusuhan, Pemda Lamtim serta aparat dari TNI-Polri telah melakukan mediasi kepada kedua belah pihak untuk berdamai yang berlangsung di Mapolres Lamtim. Dan hasil dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dengan beberapa poin kesepakatan yaitu: Menindak dan memproses secara hukum pelaku kerusuhan dan penganiayaan hingga menimbulkan korban jiwa,  Kejadian tersebut dianggap selesai dengan damai dan Camat serta kepala Desa  bertanggungjawab terhadap warganya masing-masing. Aparat diminta menindak tegas serta menangkap orang-orang yang membawa senjata tajam.

    “ Pertemuan tersebut berlangsung pada hari Senin malam, 12 Januari 2015 yang dihadiri oleh Camat, Kades, warga dan sesepuh Desa kedua belah pihak,” ungkapnya.

    Lain dari pada itu, pihak Forkopimda juga memberikan santunan kepada korban meninggal masing-masing Rp.10 juta dan uang santunan tersebut diserahkan Asisten I Pemkab Lamtim, Jaelani. Sedangkan bagi korban luka-luka biaya perawatan ditanggung oleh pihak Pemerintah Daerah. (rd-07)

  • Berita Terkait

  • Nuraida: Dinkes Metro Harus Gerak Cepat Tangan DBD

    Mahasiswa Lamsel Protes Cara Rekrut Pol PP

    Komisi V DPR Bahas Penanganan Kecelakaan Pesawat

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar