Lampung Finish di Urutan 15 PON Remaja

15 Desember 2014 - 20:04:38 | 297 | ASIAN GAMES 2018

DL/15122014/Surabaya

PON Remaja I sudah usai, dengan acara puncak closing ceremony di stadion Delta Sidoarjo malam ini, usai pertandingan sepakbola final antara jawa Timur, Senin (15/12). Stadion kebanggaan Sidoarjo ini sejak sore sudah dipenuhi oleh masyarakat dan perwakilan kontingen peserta PON Remaja I tahun 2014.

Dengan berakhirnya pestas 3 tahunan untuk olahraga para kaum remaja ini, maka sudah dapat dipastikan Jawa Timur sebagai juara umum dengan 36 medali emas, 29 Perak dan 16 Perunggu. Sementara tempat kedua DKI jakarta yang finish dengan 34 emas, 22 perak dan 18 perunggu. Ditempat ketiga Jawa Barat dengan 13 emas, 9 perak dan 15 perunggu.

Yang mengejutkan adalah menyodoknya Sumatera barat diperingkat lima besar dengan perolehan emas yang sama dengan Jawa Tengah yang berada di tempat keempat, hanya berbeda di medali perak dan perunggu. Jawa Tengah menoleksi 9 perak dan 14 perunggu, sementara Sumatera Barat memperoleh 8 perak dan 10 perunggu.

Lampung yang ditargetkan masuk 10 besar, gagal merangsek ke atas, dan hanya finish di posisi 15, dengan perolehan medali 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Medali ini diperoleh dari dua cabang olahraga saja, yakni cabang Atletik dan Senam Ritmik.

Sembilan cabang olahraga lainnya yang dikirim ke Jawa Timur tidak memperoleh medali, bahkan beberapa diantaranya gugur pada penampilan pertama.

Menurut Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Eddy Sutrisno yang mendampingi kontingen bersama wakil ketua I dan pengurus lainnya,mengatakan bahwa ini menjadi capaian yang maksimal dari remaja-remaja Lampung. “Ini pencapaian yang sudah diusahakan dengan maksimal. Kita tidak menyalahkan siapapun yang berada dalam kontingen ini. Memang harus ada evaluasi sepulang dari Surabaya nanti. Sehingga seluruh pengurus cabang olahraga harus memberikan evaluasinya agar ada perbaikan di masa mendatang,” kata Eddy.

Dengan posisi 15 ini menurut Eddy Sutrisno, bukanlah sebuah posisi yang buruk, karena Lampung masih berada ditengah-tengah klasemen. “Dari 34 peserta, Lampung masih berada dipapan tengah klasemen akhir ini bukan hal yang buruk. Namun masih harus ditingkatkan lagi. Ini kan masih usia remaja. Sehingga tidak boleh dibiarkan sepulang dari Surabaya. Mereka harus kembali dibina dengan sungguh-sungguh, karena masa depan olahraga Lampung juga ada ditangan anak-anak muda ini kelak,” tambahnya.

Kekuatan pembinaan memang bertumpu pada setiap cabang olahraga dan tidak boleh hanya mengharapkan dari KONI saja. Semua harus bergerak bersama dan memberikan kontribusi yang nyata kepada dunia olahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet dan pelatih dan pengurus cabang olahraga yang sudah memberikan sumbangsihnya dalam PON Remaja kali ini. Tidak ada yang sia-sia di setiap perjuangan kita. Semua pasti ada hikmahnya. Maka kita harus segera bangkit dan berbenah. Tahun 2016 akan kembali mengikuti PON XIX di Jawa Barat. Jangan larut pada hasil PON Remaja ini.” Kata Eddy. (R-01).