Sepakbola Lampung Gagal ke Final

14 Desember 2014 - 18:02:57 | 2052 | ASIAN GAMES 2018

DL/14122014/Sidoarjo

Tim sepakbola Lampung harus mengubur impiannya masuk final cabang terfavorit ini di PON Remaja I Jawa Timur, setelah gagal membendung laju tuan rumah Jawa Timur di pertandingan semifinal yang berlangsung di stadion Jenggolo, Sidoarjo, Minggu (14/12).

Babak pertama saja, Lampung sudah tertinggal 3-0 dari tuan rumah.

Permainan Jawa timur yang sangat agresif mengejutkan anak-anak Lampung yang sangat terlihat kelelahan setelah sehari sebelumnya bermain dalam partai keras melawan Sulawesi Selatan, dan memenangi pertandingan dengan skor 2-0.

Namun akibatnya stamina anak-anak Lampung tampak jauh dibawah penampilan terbaiknya. Ini disebabkan tekanan yang dilakukan tuan rumah juga sangat ketat sejak kick-off, sama sekali tidak memberikan ruang gerak anak-anak asuhan Edi Iswantoro mengembangkna permainan.

Banyak passing lemah dan salah arah dan permainan lini belakang juga sangat jauh dari kemampuan sebenarnya. Banyak salah umpan dan tendangan tanggung.

Sebaliknya tuan rumah yang didukung oleh supporter mania yang memenuhi tribun stadion Jenggolo, bermain dengan bola-bola passing dari kaki ke kaki yang sangat indah dan kompak.

Gol pertama dicetak Wildan menit 6, melalui serangan satu dua dan akhirnya gol terjadi dengan tidak sengaja, karena Ari Saputra yang bermaksud membuang bola ke tengah lapangan, namun bola membentur kaki penyerang  Jatim Wildan dan bola memantul melewati  Kiper Fadhil, membentur mistar atas dan masuk ke gawang Lampung. 1-0.

Gol kedua juga tercipta dengan sangat indah menit 19 melalui serangan lewat sisi bek kiri Lampung, diangkat ke kotak penalti dan M Ilham yang  sudah menunggu, dengan sekali tanduk, bola meluncur deras ke gawang Fadhil. 2-0.

Gol ketiga terjadi menit ke 34 dicetak Arrizal Risqi setelah tendangan volinya gagal ditangkap Fadhil dan merobek gawang Lampung. 3-0. Skor ini tidak berubah hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, sebenarnya Lampung mulai bangkit dengan pola permainannya namun sekali lagi stamina yang tidak memadahi membuat pergerakan pemain menjadi sangat lambat dan mudah kehilangan bola.

Bahkan beberapa kali mempunyai kesempatan dari tendangan bebas pun tidak menghasilkan peluang sama sekali. Hingga Jawa Timur yang melakukan zona marking untuk menguras tenaga anak-anak Lampung, sangat mudah mematahkan gerakan sayap kanan maupun kiri Lampung.

Dua kali percobaan tendangan ke gawang pun masih sangat lemah. Begitupun dari Jawa Timur yang lebih dari 4 serangannya mentah di tangan kiper Fadhil.

Melihat Lampung sudah tidak dapat mengembangkan permainan, Jawa Timur kembali menekan mulai menit 60. Ada dua gol tambahan yang dibuat anak asuhan Mursyi ke gawang Lampung. Menit 63, M Ilham menambah  pundi golnya setelah memaksimalkan umpan ke kotak penalti dari Dandy. Dan menit 85, Yesa memantapkan kemenangan 5-0 atas Lampung.

Pelatih Jawa Timur, Mursyi E, mengatakan bahwa ia mengerti benar kondisi pemain Lampung yang kelelahan akibat pertandingan keras Sabtu sore, sehingga ia menginstruksikan pemainnya untuk main cepat dari kaki ke kaki dan melakukan pengawalan ketat setiap pemain depan Lampung.

Ini terbukti, dua pemain depan Lampung Raeis dan Idham Sanuri tidak mampu bergerak bebas dan tidak berkembang sama sekali, bahkan bola-bolanya hilang jika memasuki kotak penalti Jawa Timur.

Hasil ini membawa tuan rumah ke partai puncak yang akan dimainkan Senin (15/12) menjelang penutupan PON Remaja I di stadion Gelora Dewata, dan Lampung bermain menghadapi Maluku Utara yang kalah dari Jawa Tengah di semifinal lainnya.

Final ideal PON Remaja memang akhirnya terjadi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedua tim ini memiliki materi pemain yang merata dan skill yang mumpuni. (R-01)