Lampung Tambah Medali Emas dan Perak Dari Senam

14 Desember 2014 - 15:50:46 | 297 | ASIAN GAMES 2018

DL/14122014/Surabaya

Kontingen Lampung yang seperti menunggu tetesan embun di siang hari pada PON Remaja I di jawa Timur ini, akhirnya mendapat suntikan medali emas dan perak, setelah dua pesenam putri yang turun di gelanggang senam Ritmik yang digelar di Hall Senam Nusantara Citraland Surabaya, Minggu (14/12) meraih medali.

Tri Wahyuni yang turun di peralatan Bola, berhasil meraih angka 1.135, namun tidak dapat melampaui pesenam DKI Jakarta Adisty Chandra yang mengumpulkan point 1.310. Medali perunggu dalam nomor ini diraih pesenam asal Sumatera barat, Nabilla de Aliif dengan skor 982.

Sementara Wahyu Yolanda Sari dengan tampil percaya diri mampu menarik simpati wasit dan penonton yang memadati gedung Senam milik Persani Jawa Timur itu, dan meraih angka 1.315, berhasil mengungguli pesenam Jawa Timur ajeng Putri dengan nilai 1.038 dan pesenam Sumatera barat Nabiela dengan poin  930 yang hanya meraih medali perak dan perunggu.

Dengan demikian target yang ditetapkan Persani Lampung terlampaui, karena sebelumnya senam hanya mentargetkan 1 medali emas, dengan mengirim 2 pesenamnya. “Kami sangat bangga dengan daya juang anak-anak yang mampu tampil maksimal dan luar biasa, sehingga Yolanda mampu meraih medali emas, dan Tri medali perak. Ini pengalaman yang luar biasa buat anaka-anak,” kata Yulianti, pelatih senam Lampung usai penyerahan medali di cabang Senam Ritmik.

Yuli mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap penampilan anak-anak asuhannya untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat.

Cabang senam Ritmik di PON Remaja I kali ini memperebutkan 3 medali emas, yakni untuk nomor alat Gadha, Bola, dan Simpay (hoop). Dua medali emas lain direbut DKI Jakarta di nomor Simpay dan Bola.

Dengan perolehan 1 emas dan 1 perak ini, maka secara total, Lampung memperoleh 2 medali Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu.

Mengenai persiapan yang sebelumnya dinilai sangat pendek, Yulianti mengatakan bahwa soal persiapan tidak masalah, karena anak-anak asuhannya memang secara rutin terus berlatih meski tudak untuk persiapan PON Remaja.

Dengan situasi kepengurusan Pengprov Persani yang belum kondusif, namun Yulianti mengaku sama sekali tidak terpengaruh. “Kami tetap berlatih secara rutin dan soal siapa yang akan menjadi ketua atau pengurus Persani Lampung, kami tidak masalah. Yang penting dukungan dari para senior senam Lampung tetap baik dan tidak terpecah belah,” katanya.

Intinya Senam harus tetap eksis di tingkat nasional, karena sejarah Senam Lampung cukup bagus di kancah persaingan nasional. (R-01)