Dua Pesenam Lampung ke Final

13 Desember 2014 - 21:50:39 | 1944 | ASIAN GAMES 2018

DL/13122014/Surabaya

Hari-hari terakhir perburuan medali di cabang Senam Ritmik, Lampung menempatkan dua finalisnya yang akan melakukan penampilannya Minggu pagi (14/12) di Hall Senam Nusantara, Citraland – Surabaya.

Dua pesenam yang diturunkan, Wahyu Yolanda Sari dan Tri Wahyuni  mampu mempesona juri PON Remaja I di Surabaya, meski tak satupun juri berasal dari Lampung. Yolanda akan turun di final dengan alat Gadha sedangkan Tri Wahyuni akan diturunkan dalam nomor Bola.

Kebijakan dan strategi pelatih ini didasarkan pada hasil evaluasi babak penyisihan tiga alat yang dilakukan pada Sabtu (13/12) di tempat yang sama, dimana keduanya mampu memperoleh angka yang cukup baik dan memenuhi syarat masuk ke final.

Yolanda di nomor bola mendapatkan nilai 1293, sedangkan Tri Wahyuni nilai 1178. Sementara di nomor alat Simpay, Yolanda meraih poin 1128 dan Tri 920. Lalu keduanya juga tampil mengesankan di satu alat lainnya Gadha.

Setelah melakukan evaluasi, ternyata pelatih mempunyai strategi dengan menempatkan keduanya pada nomor spesialisnya masing-masing. “Kami melakukan evaluasi nilai dan kemampuan anak-anak untuk menempatkannya di nomor final. Ini kan bagian stratetagi agar medali bisa kita raih dengan usaha semaksimal mungkin. Insya Allah, mohon doanya masyarakat Lampung agar kami bisa mempunyai tenaga dan kekuatan untuk memenangi final nanti,” kata Yulianti, usai melakukan technical meeting.

Yuli mengatakan bahwa saat ini pesaing terberat yang turun di PON Remaja I adalah DKI Jakarta dan Jawa Timur yang mempunyai pesenam-pesenam dengan jam terbang yang baik dan try-out ke luar negeri. “Ini kelebihan mereka yang mampu hingga berlatih maksimal dan try-out ke luar negeri. Dengan begitu pesenam akan bertambah percaya diri. Namun dengan persiapan kami, anak-anak Lampung juga sudah cukup percaya diri. Saya katakan bahwa musuh dalam senam ini adalah diri sendiri, jika bisa memenangkannya maka akan bisa tampil jauh lebih baik,” tambah mantan ratu senam Lampung itu.

Menjawab soal tidak dipilihnya alat Simpay di final, Yuli mengatakan bahwa ini bagian dari strategi dan hasil evaluasi tim pelatih. “Ya semua kan ada plus minusnya, namun anak-anak akan lebih nyaman di dua alat tersebut, Insya Allah lah,” katanya. (R-01)