Panahan Gagal Persembahkan Medali

11 Desember 2014 - 18:36:00 | 2187 | ASIAN GAMES 2018

DL/11122014/Surabaya

Kita sudah berusaha, namun Tuhan juga yang menentukannya. Demikian juga yang dialami para pemanah muda dari Lampung yang turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I Jawa Timur 2014. Setelah berusaha keras, namun belum bisa membawa pulang medali setelah hari terakhir Kamis (11/12) yang bertanding di lapangan Panahan KONI Jatim, dua atlet Lampung hanya finis di peringkat keempat.kembali gagal di nomor divisi ronde nasional putra maupun putri.

Setelah tampil bagus di babak penyisihan dan delapan besar, dua atlet panahan Lampung yang tampil di nomor ronde nasional Ahmad Irfan Fitriandi dan Noni Marinda. Harus puas diperingkat keempat setelah kalah dari lawan-lawannya diperebutan medali perunggu. Langkah Ahmad terhenti terlebih dahulu, setelah kalah dari atlet tuan rumah di babak semifinal. Ahmad kembali mengalami kekalahan atas Ego dari Kalimantan Utara, dalam perebutan medali perunggu.

Sementara itu Noni Marinda yang menyerah atas Vera asal Jawa Barat di babak semifinal, juga harus puas dengan peringkat empat karena kalah dari atlet Jambi diperebutan medali perunggu. Noni juga yang sukses melangkah ke babak semifinal dengan gemilang, tampil kurang maksimal dan harus terpecah konsentrasinya lantaran kegaduhan akitab, atlet tuan rumah meraih medali emas.

Kekalahan itu sekaligus menutup mimpin Lampung untuk bisa membawa pulang medali dari cabang panahan, lantaran panahan sendiri sudah menghabiskan pertandingannya dan Lampung belum berhasil meraih satu medalipun dari cabang tersebut.

“Kami minta maaf kepada insan olahraga Lampung, terutama masyarakat panahan. Kami belum berhasil mempersembahkan medali, mengukir sejarah di PON Remaja I. Kami juga akan segera melakukan evaluasi, atas kegagalan ini untuk pembinaan atlet remaja di masa mendatang,” kata pelatih panahan Lampung Puryoto.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, kegagalan Lampung meraih medali juga tidak terlepas dari insiden yang terjadi di lapangan. Di mana Noni yang tinggal menyisahkan satu anak panah lagi, harus gagal dan kalah tipis karena terganggung dengan banyaknya orang yang masuk ke lapangan, lantaran atlet tuan rumah berhasil merebut medali emas. Selain itu dia juga mengakui keunggulan lawan di kelompok putra, di mana sempat unggul atas Jatim namun kemudian kalah setelah lawan selalu meraih angka 10 di dua sesi akhir. (rb-02)