Judo Akui Kurang Jam Terbang, Perlu PPLP

11 Desember 2014 - 16:01:53 | 1998 | ASIAN GAMES 2018

DL/11122014/Surabaya

Dua pejudo putri Lampung yang turun di gelanggang judo KONI Jawa Timur kompleks Jl. Kertajaya Surabaya, Kamis (11/12) masih menunggu hasil pertandingan selanjutnya dalam Babak Kesempatan. Hingga berita ini diturunkan du judoka itu sudah bertanding dua kali.

Mia Triana yang turun di kelas -63 kg mengalami dua kekalahan beruntun  yakni lawan Widia Anggraini dari Sumut, Mia kalah Ipong. Dan pada pertandingan kedua, Mia kembali kalah dari judoka putri DKI Jakarta, Sri Niken.

Sementara peluangnya masih terbuka, namun masih menunggu babak Kesempatan yang akan dimainkan siang hari ini.

Satu judoka lainnya Afifa Angelina yang turun di kelas 44 Kg putri, berada di pool A, menang sekali atas Novitasari dari Kalimantan Selatan, dan kalah melawan Ni Luh dari Bali. Angel juga masih menunggu babak Kesempatan yang juga akan dimainkan hari ini.

Besok, Jumat (12/12), Lampung akan menurunkan 2 pejudo putra, yakni Tubagus yang akan turun di kelas -55 Kg akan berhadapan dengan Saiful Pamungkas dari Jawa Barat. Sementara Jaya Wardana akan berhadapan dengan Fajar Putra dari Papua di kelas -81 Kg.

Pelatih Judo Lampung, Erlyanto mengakui bahwa anak asuhnya masih kurang jam terbang dan lawan tanding, sehingga belum maksimal dalam setiap pertandingan dengan lawan tanding yang baru. “Kami memang baru turun secara nasional di Pra PON saja. Selebihnya hanya latihan di Lampung sendiri. Ke depan anak-anak ini seharusnya diberikan banyak kesempatan untuk latih tanding ke luar daerah.” Katanya.

Judo memang tidak mentargetkan medali, namun semua akan tampil maksimal. “Kalau melihat perfomance lawan yang penuh pengalaman memang kita harus melakukan evaluasi yang lebih baik setelah sampai di Lampung,” tambah Erlyanto.

Perlu PPLP Judo

Lebih jauh Amsar mengeluhkan bahwa selama ini ternyata belum mendapat dukungan dari instansi pendidikan dan sekolah tempat atletnya belajar. Hal tersebut seperti menjadi faktor yang sedikit mengganggu persiapan atletnya. “Sulitnya meminta ijin sekolah, menyebabkan para atlet muda kita ini kurang bisa konsenterasi dalam menjalankan TC. OK lah kalau sedang posisi latihan biasa, maka semua waktu harus diatur sendiri oleh atlet. Tetapi kalau sudah masuk dalam training center untuk membela daerah, maka perlu ada kelonggaran terhadap atlet kita.” Katanya.

Untuk memudahkan hal-hal nonteknis lainnya, Lampung perlu ada PPLP Judo, sehingga dalam beberapa proses perijinan dan dispensasi atlet yang masih pelajar menjadi lebih mudah. “Ini semua demi prestasi atlet muda kita. Jika PLPP ada, maka program latihan dan training center untuk atlet akan lebih baik.” Tambah Erlyanto.

Pembibitan atlet muda dinilai cukup baik dan punya stock yang cukup banyak, terutama di Kota Metro dan Bandarlampung. Dengan diadakannya PPLP, maka sangat dimungkinkan peningkatan prestasi atlet muda jauh lebih positif. (R-01)