Jokowi Batal Buka PON Remaja

09 Desember 2014 - 23:34:59 | 378 | ASIAN GAMES 2018

DL/09122014/Surabaya

Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, yang sedianya akan dibuka oleh presiden RI, Joko Widodo, ternyata urung, karena orang nomor satu di Indonesia itu masih berada di Jogjakarta dalam acara peringatan Hari Korupsi se Dunia.

Namun perhelatan opening ceremony itu tidak berkurang kemeriahannya dengan kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mewakili Jokowi membuka acara itu, Selasa (9/12) di Gedung DBL Arena, Surabaya.

Dalam sambutannya Imam berharap pelaksanaan PON Remaja kali ini, tidak sia-sia sehingga kedepan bisa menjadi iven penjaring atlet-atlet muda. Dia berharap, pelaksaan PON juga sebagai salah satu cara bagi provinsi, dalam membina prestasi olahraga daerahnya dengan tidak mengambil atlet dari daerah lain.

“Saya berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan jujur, serta menjunjung tinggi sportivitas sebagai insan olahraga yang menjadi harapan masa depan bangsa ini. Dengan pelaksanaan PON Remaja, juga membuka kesempatan bagi pembinaan atlet usia dini untuk kejuaraan internasional.” Katanya.    

Pembukaan PON Remaja I yang berlangsung sejak pukul 18.30 WIB, dimeriahkan Klantink Show (grup musik asal Surabaya pemenang Indonesia Pencari Bakat I) dan dihibur oleh artis cantik Raisa yang menyanyikan Indonesia Tanah Air Beta dengan syahdu.

Dalam acara inti juga digelar tari selamat datang dengan Tari Remong, disusul dengan defile kontingen. Kontingen Lampung sebagai salah satu kontestan tampil didahului dengan sepasang pengantin dengan pakaian adat Lampung, yang diperagakan oleh dua pelajar dari Surabaya.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam sambutannya mengatakan bahwa Jawa Timur sudah mengukir sejarah dengan menjadi pelaksana PON Remaja pertama, dan berharap akan meraih sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh unsur panitia yang sudah bekerja keras, dan peserta yang dengan antusias mengikuti perhelatan kita ini. Semoga menjadi kesan yang baik. Saat ini hanya ada dua cara yang bisa mengibarkan bendera merah putih di negara orang. Pertama kunjungan presiden dan kedua karena seorang atlet mampu meraih medali emas di negara orang,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Pakde Tarwo, - panggilan akrab Sutarwo,  berprestasilah lebih banyak lagi di tingkat internasional, sehingga bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya dapat berkibar dan berkumandang di negeri orang.

PON Remaja I diikuti 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah atlet 1.500an orang yang bertanding di 15 cabang olahraga. (rb-02)