Bulutangkis Lampung Angkat Koper Terlalu Dini

09 Desember 2014 - 18:06:39 | 1782 | ASIAN GAMES 2018

DL/09122014/Surabaya

Pkl. 10.40 WIB. Lolos dari babak pertama melawan pebulutangkis Kalimantan Utara, ganda campuran Lampung Aji Irfano/Herni Andani harus bertemu lawan berat dari tuan rumah Jawa Timur di babak kedua Selasa siang ini (09/12).

Aji/Herni menang dua set langsung dari pasangan mix double asal Kalimantan Utara, Aliev Cahaya / Hariyani, (21-18, 21-14) dalam waktu kurang dari 30 menit.

Permainan ganda Lampung cukup konsisten sejak game pertama, sehingga mampu mengungguli lawan dalam persaingan ketat. Namun di set kedua Aji/Herni tak terbendung dengan cepat menyelesaikannya dengan 21-14.

Siang ini mereka akan bertemu pasangan ganda campuran dari Jawa Timur untuk melangkah ke babak tiga. Jika lolos, langkah anak-anak Lampung makin tidak mudah.

Namun Tri Wijayanto, pelatih bulutangkis Lampung mengaku optimistis dengan kinerja ganda campuran asuhannya itu. “Mudah-mudahan tidak grogi lawan tuan rumah, “ katanya kepada Adi Setyo, detiklampung.com.

Pkl. 13.00 WIB. Namun Langkah mereka akhirnya terhenti juga pada partai kedua, setelah menyerah mudah dari tuan rumah Jawa Timur. Aji/Herni yang sempat beristirahat beberapa jam sebelum pertandingan 16 besar, akhirnya harus menyerah stright set.

Pada set pertama Aji/Herni hanya mampu mengumpulkan nilai 14 dan tidak mampu menghentikan langkah Luismalvin/Fatmawati yang meraih angka 21 dalam waktu 15 menit. Perlawanan anak asuh Tri Wijayanto akhirnya terhenti setelah set kedua kalah 7-21 dari Jawa Timur.

Kekalahan ini telah menghentikan langkah Lampung di cabang bulutangkis, setelah sehari sebelumnya juga kandas di tunggal putra dan putri. Mereka harus angkat koper lebih cepat dari yang diperkirakan semula.

Menurut Tri Wijayanto, kegagalan ini memang bukan yang diprediksinya, namun sejak drawing yang kurang menguntungkan, dimana Lampung bertemu DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan, serta Jawa Timur di mix double. “Ya memang sejak drawing posisi kita sudah sulit, dan harus mengakui lawan-lawan kita memang pantas untuk melaju. Ini menjadi evaluasi kami sepulang dari Jawa Timur ini,” kata Tri. (R-01)