Edi Iswantoro: Lupakan Jateng, Tatap Kalsel

08 Desember 2014 - 20:30:03 | 297 | ASIAN GAMES 2018

DL/08122014/Surabaya

Kekalahan menyesakkan dilangkah pertama tim sepakbola Lampung di PON Remaja I, membuat pekerjaan rumah yang cukup berat bagi tim pelatih Lampung. Selama fase persiapan, Lampung yang tidak pernah merasakan kekalahan ini akan menjadikan pukulan mental yang cukup berat.

Namun Edi Iswantoro, pelatih sepakbola Lampung masih menyimpan satu harapan lolos dengan satu-satunya jalan mengalahkan Kalimantan Selatan di pertandingan kedua grup B. “Kami masih ada peluang sama besar dengan Kalimantan Selatan, karena secara hitungan, Jawa Tengah sudah melangkah lolos dari grup B ini. Hanya dengan mengalahkan Kalsel, maka kita akan lolos. Lupakan partai lawan Jateng, kita tatap pertandingan berikutnya melawan Kalsel dan menang,” ujar Edi.

Lampung memang dalam posisi tidak menguntungkan tatkala dalam drawing harus bermain pukul 13.00 wib di stadion Jenggolo, Sidoarjo, sekitar 45 kilometer dari Surabaya. Lawan pertamanya adalah Jawa Tengah yang juga berpredikat lolos PON Remaja tanpa kekalahan.

Pada babak pertama, sebenarnya permainan berlangsung cukup imbang dan pertandingan berlangsung keras. Permainan anak-anak Lampung sebenarnya cukup mengesankan dengan beberapa kali mendapatkan peluang namun penyelesaian akhirnya amat lemah.

Gol pertama Jawa Tengah dicetak Tegar Infantri menit 9 melalui tendangan bebas dari jarak jauh. Namun kiper Lampung Fadhil Ramadhan seperti meremehkan bola yang sebenarnya tidak membahayakan itu, dan akhirnya bola meluncur masuk ke sudut kiri atas gawangnya. 1-0 untuk Jateng.

Dua Kartu Merah

Sejak gol itu anak-anak Lampung meningkatkan tekanan ke daerah pertahanan Jateng dan beberapa kali mengancam gawang Nur Taufik. Namun tak satupun peluang menjadi gol. Hingga turun minum skor 1-0 tidak berubah.

Memasuki babak kedua pertandingan bertambah keras dalam cuaca panas terik. Beberapa pengurus teras Asosiasi Provinsi Lampung, seperti Hartarto Lojaya, Eddy Samsu dan para pengurus KONI Lampung juga menyaksikan perjuangan anak-anak Lampung itu.

Kedua tim yang berambisi memenangi partai ini terus melakukan jual beli serangan. Baru pada menit 62, Jateng kembali menambah pundi gol nya lewat penyerang impresif mereka, Tegar Infantri memanfaatkan kelengahan pemain belakang Lampung. 2-0.

Namun malapetaka menimpa tim asuhan Edi Iswantoro, saat memasuki menit 76, Igo Ari Sufi, poros halang Lampung terkena akumulasi kartu kuning dan diusir wasit. Dengan demikian satu kekuatan lini belakang Lampung rapuh, karena Danang Saputra kehilangan partner di belakang.

Satu menit dari keluarnya Igo, Jawa Tengah menambah gol lewat kaki Aditya Wisnu, dan Gusti Setiawan seolah melengkapi kemenangan anak-anak Semarang itu dengan golnya menit 80. 4-0.

Lampung memperkecil skor menjadi 4-1, hasil dari gol Raeis Mahendra menit 85.

Namun kerugian juga diperoleh Jawa Tengah, saat menit-menit terakhir pemain andalannya, Tegar Infantri mendapat akumulasi kartu kuning dan diusir wasit. Dengan demikian baik Igo dari Lampung maupun Tegar dari Jateng, masing-masing tidak dapat memperkuat tim dalam satu partai berikutnya.

Tak Ada Screening Medis

Edi Iswantoro meskipun tidak menyalahkan hasil pertandingan kali ini, tetapi menyayangkan bahwa PB PON Remaja dalam hal ini panitia pelaksana cabang sepakbola tidak mau menanggapi permintaan Lampung untuk melakukan screening medis untuk pemain sepakbola, sebab terlihat ada indikasi pemalsuan umur pemain  terutama dari tim Jawa Tengah.

“Kami itdak mengerti apa alasannya panpel sepakbola yang menolak screening medis atau pemeriksaan melalui medis soal umur pemain. Sebab kalau melihat postur tubuh, sangat mungkin beberapa pemain Jateng lebih dari usia yang ditentukan. Tapi apa mau dikata, inilah sepakbola Indonesia. “ ungkap Edi.

Secara teknis Edi hanya berharap timnya tidak down dengan kekalahan telak itu. Maka ia berjanji untuk memotivasi anak-anak asuhnya dengan baik agar kembali dalam fighting spirit yang tinggi saat berhadapan demngan Kalimantan Selatan Rabu siang (10/12) di tempat yang sama. (Adi/R-01)