Petinju Lampung Mulai Menggeliat Tingkat Nasional

02 Desember 2014 - 21:44:17 | 127143 | OLAHRAGA

DL/02122014/Bandarlampung

Empat petinju Lampung kembali menghidupkan sinar redup dunia pertinjuan Lampung, dan memberikan harapan kebangkitan tinju Lampung di kancah nasional. Ini ditunjukkan mereka dalam kejurnas Walikota Cup senior dan Junior di Jambi, akhir bulan lalu.

Tim tinju berhasil membawa pulang 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali-medali tersebut dipersembahkan petinju senior, sementara dikategori junior belum mampu bersaing dengan baik.

Hasil tersebut disampaikan sekretaris umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Lampung Abdul Gani Siregar, Senin (1/12) siang PKOR Way Halim Bandarlampung.

Menurutnya hasil maksimal sudah mereka persembahkan bagi daerah, dari 8 petinju yang berlaga, tim tinju Lampung membawa pulang 2 medali perak dan 2 perunggu.

“Persaingan cukup berat mengingat Kejurnas, bukan hanya diikuti oleh petinju nasional saja. Tetapi ada juga petinju luar negeri seperti Malaysia. Alhamdulillah, anak-anak telah berjuang sekuat tenaga di Kejurnas Tinju Walikota Cup Jambi. Dengan raihan 2 medali perak dan 2 perunggu, ini menjadi catatan tersendiri bagi pelatih dan pengurus,” katanya.

Dua medali perak masing-masing disumbangkan Abim Raytansyah di kelas 49 kg. Dibabak final, Abim harus mengakui ketangguhan petinju Eka D asal Sumatera Selatan dengan angka. Satu medali perak lainnya direbut Riyanto (kelas 69 kg) setelah di final kalah dari petinju Malaysia, S. Warman.

Sedangkan dua medali perunggu disumbangkan Efendi di kelas 60 kg senior. Di babak semifinal, Efendi harus menyerah dari petinju tuan rumah Marshal yang akhirnya menjadi juara dan berhak atas medali emas. Medali perunggu lainnya diraih petinju junior, Imam Choirullah dari kelas 44 kg. Imam Choirullah kalah angka atas petinju Riau, Gugus Mardiansyah dibabak semifinal.

Ucok – panggilan akrab Abdul Gani Siregar menjelaskan, saat ini Pertina Lampung tengah merintis pembinaan bagi atlet-atlet usia dini, yang masuk dalam kategori junior dan pra-junior. Dengan demikian harapan perkembangan tinju di masa depan, bisa terwujud bila sesuai pembinaan dan perkembangan bagi para petinju junior tersebut.

“Hasil Kejurnas di Jambi akan dievaluasi pengurus. Namun ada beberapa petinju potensial yang masih junior, yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi Kejurnas maupun babak prakualifikasi PON. Harapan kami mereka bisa berprestasi kelak,” lanjutnya. (rb-02)