Lampung Tengah Membara Lagi!

27 November 2014 - 21:26:45 | 2281 | BERITA DAERAH

DL/27112014/Lampung Tengah.

Warga dua dusun di Kabupaten Lampung Tengah, yaitu Tanjungrejo dan Tanjung Harapan terlibat bentrok. Akibat peristiwa tersebut puluhan rumah warga ludes dibakar massa yang bertikai.

Informasi yang dihimpun detiklampung.com di lokasi kejadian, peristiwa  tersebut berawal dari isu hilangnya dua pemuda dari Desa Tanjungharapan kecamatan Anak Tuha serta isu pencurian sehingga memicu amarah warga hingga terjadi peristiwa pembakaran.

Dua pemuda yang diduga hilang masing-masing bernama Angga Wirayuda dan Kurnia Jaya. Hasanudin orang tua Kurnia Jaya, menduga putranya telah tewas di dusun Tanjungrejo akibat dihakimi massa.

Untuk itu, Hasanudin bersama masyarakat melakukan pencarian dua pemuda yang hilang tersebut. Ditengah pencariannya, warga menemukan bercak darah dan bekas jejak tubuh yang diseret di wilayah Dusun II Tanjungrejo.

Beritapun cepat menyebar dari mulut ke mulut sehingga menyulut kemarahan warga dusun I Tanjungharapan, yang selanjutnya melakukan penyerbuan massal dan melakukan pembakaran rumah warga di Dusun II.

Komandan Kodim 0411/LT, Letkol CZI. Hari Darmica, yang terjun langsung ke lokasi kejadian saat dihubungi melalui telepon genggamnya menyatakan, kondisi saat ini di lokasi pertikaian sudah kondusif. Personil gabungan yang disiagakan di lokasi bentrok dari Kodim 0411/LT sebanyak 1 SSK, Polres 1 SSK dan Brimob 1 SSK.

“ Ya kondisi saat ini di lokasi sudah kondusif, pasukan gabungan TNI-Polri terus melakukan patroli untuk menjaga stuasi tetap aman terkendali. Namun, karena jumlah rumah yang terbakar mencapai puluhan dan tersebar di beberapa titik, maka apinya belum dapat dipadamkan secara keseluruhan,” jelasnya.

Dikatakan Hari, hingga saat ini (kamis malam,27/11 pukul 20.00 wib red) belum dapat dipastikan apakah ada korban jiwa atau tidak dalam bentrokan tersebut, pasalnya pihak keamanan tengah melakukan penyisiran.

Iya mas, sampai saat ini kami belum dapat memastikan apakah ada korban jiwa atau tidak. Pasalnya , hingga saat ini kami belum menerima laporan dari lapangan,” tandasnya. (rd-07)