X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Yogi Tewas Ditikam Badik, Polisi Amankan 10 Tersangka

  • dibaca 2094 kali

    DL/30102014/PRINGSEWU

    Sepuluh tersangka diamankan kepolisian delapan jam setelah peristiwa pengeroyokan dan pembunuhan atas seorang pemuda Yogi Afrianto (24) warga dusun Gadingrejo, Pekon Gadingrejo, kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Selasa (28/10).

    Dari sepuluh tersangka itu termasuk salah satunya, Afnan, seorang pelajar SMK swasta di Pesawaran pelaku utama penusukan terhadap korban. Yogi tewas dengan luka tusukan senjata tajam pada bagian punggung dan menembus jantungnya.

    Peristiwanya terjadi Selasa malam sekitar pukul 21.24 wib di sekitar lokasi lapangan futsal dusun Sukaraja Gadingrejo. Saat itu berlangsung pertandingan persahabatan futsal antara tim SMK Gadingrejo melawan tim dari desa Pampangan, kecamatan Gedungtataan, Kabupaten Pesawaran.

    Pertandingan yang juga menjanjikan taruhan sebesar Rp.250 ribu itu, akhirnya dimenangkan tim SMK Gadingrejo. Namun entah siapa yang memulai, usai pertandingan itu terjadi keributan supporter.

    Kapolsek Gadingrejo AKP Effendi Koto mendampingi Plt Kapolres Tanggamus AKBP Dedi Supriyadi, menjelaskan sudah menangkap 10 orang pelajar yang diduga tersangka termasuk pelaku utama penusukan pemicu terjadinya keributan hingga mengakibatkan Yogi meninggal dunia.

    "Pemicu keributan karena tim pelajar dari Pampangan tidak terima kekalahannya dalam pertandingan futsal itu. Sehingga tidak mau membayar uang taruhan sebesar Rp.250.000, yang telah disepakati sebelumnya," jelas Effendi Koto di Mapolsek Gadingrejo, Rabu (29/10).

    Saat keributan terjadi, lanjut Effendi, seseorang menghubungi Yogi adanya keributan antara kedua kubu. Tak lama kemudian Yogi bersama pemuda Gadingrejo mendatangi lokasi keributan. "Sesampainya di lokasi kejadian, kembali terjadi keributan dan Afnan yang diketahui masih Pelajar SMK swasta di Pesawaran langsung menusuk punggung sebelah kiri Yogi dengan menggunakan sebilah badik hingga tembus ke bagian dada sebelah kiri," paparnya.

    Sementara Plt Kapolres Tanggamus AKBP Dedi Supriyadi menjelaskan usai peristiwa  langsung membentuk tim Rayonisasi untuk melakukan pemeriksaan terdiri dari lima Polsek yang ada di Pringsewu dan dibantu dari Polres Tanggamus. "Hasilnya sekitar pukul 06.00, Rabu, Afnan pelaku utama penusukan beserta 9 rekan lainnya sudah kita tangkap dan langsung dikirim ke Mapolres Tanggamus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Atas perbuatannya ini, tersangka diancam dengan pasal 351 ayat atas penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman 7 tahun penjara,” ujar Kapolres.  
    Menurut Sofyan kerabat korban, belum mengetahui secara pasti peristiwa yang menewaskan Yogi keponakannya itu. "Teman-temanya main futsal dia (korban) menonton. Saya tahu sudah rame-rame. Bahkan korban dibawa ke klinik Kosasih Gadingrejo sudah dalam keadaan meninggal," Jelas Sofyan.
    Sementara itu hasil visum dari RSUD Pringsewu menyimpulkan korban tewas mengalami  luka tusuk  dari punggung belakang kiri hingga tembus ke dada kiri mengenai jantung.
    Selain itu mengalami  luka lecet di ujung kaki. "Korban mengalami luka tusuk dari punggung kiri tembus ke dada dan mengenai jantung. Kemungkinan korban kehabisan darah," jelas dr Widia, dokter jaga di RSUD Pringsewu.

    Pasca peristiwa keributan itu, Bupati Pringsewu Sujadi bersama Handitya Narapati SZP dan Sekda Pringsewu Idrus Effendi serta jajarannya langsung mengunjungi rumah duka, Rabu (29/10) pagi.

    Pada kesempatan itu Sujadi meminta kepada masyarakat, terutama anak-anak yang seusia dengan almarhum Yogi Apriyanto (24) untuk menyadari musibah yang mengakibatkan korban meninggal. "Musibah ini tidak ada yang merencanakan, mudah-mudahan yang soal peristiwa hanya menjadi lantaran (meninggalnya korban),  intinya yang memanggil Allah SWT," ujar Sujadi.

    Ia menghimbau kepada semua jajaran masyarakat supaya kompak, dan  jangan sampai terprovokasi. "Jadi, anak-anak  muda kalau buat tulisan di dunia maya, buat tulisan agar almarhum senang, anak muda kalau nulis di twitter dan facebook bikin tulisan yang menentramkan. Kalau ada yang mengompori jangan ikut-ikutan," Imbuhnya.

    Berikut nama-nama ke-10 pelajar yang  diamankan Polres Tanggamus terdiri dari 5 warga desa Pampangan, kecamatan Gedong Tataan kabupaten Pesawaran dan 4 warga kecamatan Gadingrejo kabupaten Pesawaran serta 1 warga Lampung Tengah.
    (1). Fajar Aldi (16) pelajar SMK, warga  Bulokarto Gadingrejo
    (2). Anam Pelajar SMK, warga Poncowati Lampung Tengah.
    (3) Fahmi. Pelajar warga Pampangan Pesawaran.
    (4). Ridho. (16) pelajar warga Pampangan Pesawaran.
    (5). M.Suhada pelajar warga Pampangan Pesawaran.
    (6). Afnan pelajar (Tersangka utama) warga Pampangan Pesawaran.
    (7) Rohman Pelajar warga  Pampangan (sempat dimassa)
    (8) Agung Firmansyah Pelajar warga Tambah Rejo.
    (9) Rizki Galang, pelajar warga Tambah Rejo.
    (10) Fajar Nur, Pelajar warga Pampangan Pesawaran. (rd-04)

     

  • Berita Terkait

  • Guru Kabur Tilep Tabungan Siswa, Sekolah Tutup Mata

    Tiga Tersangka LPJU Kalianda Masuk Hotel Prodeo

    Polres Lamsel Musnahkan 57.064 Butir Ekstasi

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar