X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Cegah Korban Trafficking Lewat Informasi

  • dibaca 1874 kali

    DL/13102014/Lampung Timur

    ---  Untuk mempromosikan migrasi aman dan mencegah terjadinya perdagangan orang di Indonesia, organisasi  serikat buruh migran Indonesia (SBMI) Lampung, bekerjasama dengan International organization for migration (IOM) mengadakan pelatihan bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan calon tenaga kerja Indoneia (TKI) Kabupaten Lampung Timur, di LEC Kartika Mulyojati 16c Metro Barat selama dua hari (12-13/10).

    Dari pihak IOM dihadiri Nurul Qoiriah, National Project Coordinator of Counter Trafficking And Labour Migration Unit  dan Kadisnakersostran Lampung Timur, Samin Saleh.

    Sangat disayangkan, acara yang seyogyanya dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Erwin Arifin batal dilakukan. Orang nomor satu di Lampung Timur itu ngambek karena dianggap jadwal acara molor.  Erwin akhirnya lebih memilih menghadiri acara lomba senam di lapangan Kecamatan Pekalongan.

    Kepada detiklampung.com, Nurul mengungkapkan, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi calon TKI maupun TKI, yang saat ini banyak menjadi korban  baik saat perekrutan, di penampungan maupun di negeri tujuan.

    Para pekerja migran sering menjadi objek penipuan dan pemerasan, mulai dari saat perekrutan, pembuatan data yang dimanipulasi hingga ke masalah pekerjaan hal ini sering dilakukan oleh oknum-oknum yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.

    “ Para duta devisa ini sangat rentan dari tindak kejahatan, bahkan tidak jarang dari mereka ini yang menjadi korban perdagangan manusia, hal ini  disebabkan karena kurangnya pemahaman para TKI dengan persoalan yang ada. Dan mereka ini sangat minim perlindungan baik dari PJTKI maupun dari Pemerintah,” paparnya.

    Saat ini Lampung Timur salah satu Kabupaten terbesar di Lampung yang menyumbang tenaga kerja ke luar negeri. Rata-rata para TKI ini sangat minim pengetahuan maupun keterampilan sehingga di negeri tujuan banyak yang menjadi korban kebejatan majikan, seperti kejahatan seksual, disiksa,  gaji yang tidak dibayarkan atau job yang tidak sesuai dengan kontrak.

    “Diharapkan nantinya setelah adanya pelatihan ini, kita semua dapat bekerjasama untuk mensosialisasikan  apa saja yang menyangkut perlindungan terhadap TKI maupun pencegahan terjadinya  trafficking,”ungkapnya.

    Nurul menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah menangani 6.800 kasus untuk tingkat Nasional, baik yang TKI maupun non TKI, sedangkan untuk tingkat lokal Lampung pihaknya sudah menangani sekitar 300 kasus dari 6.000 kasus yang ada. Dan kesulitannya untuk menuntaskan kasus tersebut lemahnya alat bukti dan saksi.

    “ Para Korban trafficking dapat menuntut kompensasi sebagai haknya dari pelaku, namun hal ini sering terabaikan karena kurangnya pengetahuan dari korban sendiri,” imbuhnya.

    Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Lamtim,  Samin Saleh, hal yang paling utama untuk mencegah terjadinya kasus trafficking, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dokumen secara ketat. Disnakersostran  berharap kepada keluarga calon TKI untuk berkordinasi dengan Dinas terkait  guna memeriksa apakah perusahaan atau PJTKI yang melakukan perekrutan tercatat resmi atau ilegal hal ini sebagai langkah pencegahan terjadinya rekrutmen ilegal dan kasus trafficking,” tandasnya. (rd-07).

     

  • Berita Terkait

  • KONI Ingatkan Cabor Periksa Atlet Dengan Seksama

    Pegawai Bolos Segera Ditindak, Kadis Bisa Langsung Nonjob

    Rencana Pemekaran Wilayah Diserahkan Kembali Ke Masyarakat

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar