Dukung Wakil Lampung, Kania Siap Tampil Lebih Heboh

04 Oktober 2014 - 01:36:44 | 3350 | SENI & BUDAYA

DL/03102014/Bandarlampung

Setelah perform yang perdana Mamamia sempat terganggu sakit tenggorokan, Kania Adhisty dan mama Hanny bersiap untuk tampil lebih heboh dan harus menarik simpati semua juri dan penonton.

Mama Hanny mengatakan hal ini sepulang dari Jakarta usai pertunjukan yang pertama di konser eliminasi Mamamia 30 September lalu. “Setelah perform pertama seluruh kelompok 2 diberi kesempatan pulang dulu ke daerah masing-masing. Kami diterbangkan oleh panitia dari Jakarta ke Lampung setelah malamnya perform,” ungkap Mama Hanny.

Suatu yang kebetulan, karena menurut  mama Hanny, dengan kesempatan ini Kania bisa sekolah dulu dan bisa ikut Mid Smester. Setelah diliburkan sekitar 3 hari, maka akan kembali ke Jakarta. Semua sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia Mamamia.

Bukan sebuah kondisi yang mudah saat memasuki perform pertama kali bagi semua kontestan. Bahkan Kania sempat demam sejak hari ke tiga dan oleh kru Indosiar dibawa ke klinik di kawasan Tomang. “Dia (Kania-red) sempat radang tenggorokan dan demam. Tetapi itu bukan alasan bahwa penampilan perdananya kurang maksimal,” kata Hanny.

Meskipun  tidak ingin menjadikan kondisi itu sebagai alasan, namun diakui cukup mengganggu. Apalagi pada penampilan perdana yang tentu masih sangat berat bagi Kania dan menyebabkan tampak nervous. “Ini saya larang untuk dikemukakan saat dipanggung. Kania tetap saya semangati agar tampil profesional, gak pakai alasan macam-macam untuk menutupi kekurangannya. Ini konsekuensi yang harus dia pelajari juga,” tandas Hanny.

Kani juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku tidak ingin berargumen soal kurang maksimalnya penampilan dengan gangguan di tenggorokannya. “Seperti kata mama, Kania tidak perlu cengeng, harus tegar dan tetap menjaga kondisi di atas panggung sebaik mungkin. Ini resiko yang harus Kania hadapi. Tapi mudah-mudahan nanti di perform kedua sudah aman semua,” timpal Kania.

Mama dan anak gadisnya ini bertekad untuk tampil lebih heboh pada saatnya nanti. Termasuk menghadapi challenge (tantangan) yang diberikan oleh panitia, dan koreografernya.

Dalam setiap penampilan selalu diberikan challenge dan menerima atau tidak itu harus difikirkan dengan baik, tidak sembarangan. “Tantangan itu bisa memberikan nilai plus dan sebaliknya. Jika sanggup maka harus total melakukannya agar tidak mendapatkan nilai minus. Kalau memang tidak siap ya jangan diambil. Kania mengambil challenge dari koreografer untuk berani menggandeng Ivan Gunawan ke tengah panggung. Cara yang dilakukan Kania cukup baik dan mendapatkan nilai plus. Kelak akan disempurnakan untuk melakukan hal-hal seperti itu, biar lebih heboh.” Ungkap Hanny.

Kania membawakan lagu “Mau Dibawa Kemana” versi Marcel Siahaan dengan irama Jazz. Karena semua lagu ditentukan panitia dan peserta harus siap. Peserta diberikan waktu satu minggu untuk belajar lagu itu dibawah asuhan tim.

Baru Mamamia yang sekarang sering dimasukkan lagu-lagu dangdut, yang boleh dipopkan atau jazz.

Kania lebih memilih ke POP dan Jazzy. Kania biasanya meminta agar ada sedikit aransemen ke arah Pop atau jazzy sehingga tidak dangdut banget, karena semua harus bisa melakukan hal-hal yang diwajibkan panitia.

Dari total nominator 35 dibagi menjadi masing-masing 5 orang dalam satu kelompok, dan masih menunggu hingga seluruh kelompok perform dengan 1 orang dieliminasi.

Setelah selesai untuk babak nominasi pertama akan memasuki babak nominasi kedua yang waktunya belum ditentukan, masih menunggu performnya beberapa kelompok lagi. “Sejauh ini kami siap untuk terus bersaing dengan peserta lain. Mohon doa dan dukungan SMSnya ya. “ Begitu yang diungkapkan Hanny.

Selain berusaha, ia mengatakan tetap berdoa dengan sepenuh hati. “Apapun usaha kita, Allah jualah yang menentukan,” tuturnya. (R-01)