Malaria Tropica Serang Punduh Pidada, 2 Warga Meninggal

03 September 2014 - 13:30:44 | 2565 | BERITA DAERAH

DL/03092014/Pesawaran

Dua warga Punduh Pidada – Pesawaran tidak tertolong jiwa terserang malaria tropica yang berjangkit di daerah itu, dan lebih 100 orang masih berjuang karena terjangkit virus malaria itu. Musibah ini terjadi di desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran pada akhir Agustus ini.

Dengan korban yang ditengarai terus bertambah, maka kepala Dinas Kesehatan Pesawaran menegaskan keadaan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB), seperti yang diungkapkan kepala bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr Aila, di ruang kerjanya, Selasa (2/9).

Menurut Aila, malaria ini ada tiga jenis nyamuk yang berbahaya seperti Falsifarum, Fifak dan Mik. Nyamuk-nyamuk ini menularkan malaria lewat gigitan nyamuk ke yang lainnya.

" Kita tunggu hasil dari penyemprotan yang sudah dilakukan di lingkungan desa Pahawang ini, karena nyamuk ini, nyamuk yang berkembang biak di air laut dan air payau, yang lebih dikenal dengan nyamuk Anofheles. Proses waktu yang dibutuhkan minimal 2 minggu sampai dengan satu bulan, karena dalam waktu itu nyamuk-nyamuk pembawa penyakit malaria ini akan berkembang biak. Jadi akan kita pantau terus, dan selain itu kita akan terus memantau perkembangan para pasien penderita yang dirawat di rumah-rumah, yang sedang dalam proses penyembuhan," Ujarnya.

Dalam dua bulan terakhir, 2 warga desa Pahawang meninggal dunia karena wabah ini, yaitu Yuliana (24) seorang guru baru yang mengajar di SDN Pahawang warga asal Kotabumi, dan Halimah (34) warga desa setempat.

Sampai saat ini sudah didata ada sekitar 103 orang yang terjangkit namun sudah berangsur pulih, dan sekarang sedang dipantau terus. “Jadi kalau berjalan sesuai dengan rencana, prediksi kami pada akhir bulan ini akan kita akan cabut tentang KLB di desa pulau Pahawang ini." Jelasnya.

Menurut dr. Aila kejadian ini sudah mulai menyerang di desa pulau Pahawang sejak bulan Mei dan yang terjangkit sekitar 66 orang, bulan Juni 68 orang, bulan Juli 135 orang dan menyebabkan kematian 1 orang, Lalu bulan Agustus ada 103 orang warga yang positif dan 1 orang meninggal.

Saat ini pihaknya sedang memantau terus kondisi para pasien dan melakukan pencegahan-pencegahan, seperti penyemprotan, pengasapan/ fogging dan melakukan tes darah kepada 1.200 orang warga setempat, dan yang terjangkit akan segera ditangani sedini mungkin, agar tidak ada lagi korban jiwa.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekdes setempat Slamet bahwa warganya yang terjangkit penyakit malaria tropika ini sudah banyak yang sembuh dan warga yang masih mengidap penyakit ini sudah berangsur-angsur membaik.

"Sampai dengan saat ini, kami masih terus berkoordinasi dengan tim kesehatan dari Pemkab dan UPTD Kesehatan Kecamatan, untuk memantau terus penyakit yang masih melanda desa kami ini." Ungkapnya. (rd-10)