Elsa Syarif Bela Prabowo, Sesalkan Pernyataan Wiranto

04 Juli 2014 - 02:48:05 | 1634 | BERITA DAERAH

DL/04072014/Jakarta

Pengacara yang merupakan salah satu pendiri partai Hanura, Elza Syarief menyesalkan pernyataan Wiranto mengenai pemecatan dan keterlibatan Prabowo Subianto dalam kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1998.

Ia menyatakan bahwa keterangan Wiranto bertentangan dengan kebenaran dan perkataan serta usulan Wiranto sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dilakukan di rumah Polonia, Jakarta Timur.

Menurut Elza, pada berita tahun 1999,  Wiranto pernah menyatakan bahwa Prabowo tidak terlibat.  KEPPRES No. 62/ABRI/1998 yang ditandatangani oleh Presiden BJ Habibie mengenai pemberhentian dengan hormat kepada Prabowo Subianto juga didasarkan kepada usulan Menhankam/Pangab yang saat itu dijabat oleh Wiranto.

Surat Sekretariat Negara Republik Indonesia pada September 1999 kepada Komnas HAM juga menyatakan bahwa Prabowo tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan tahun 1998.

Putusan Pidana No. PUT, 25-16/K-AD/MMT-II/IV/19 yang dibacakan oleh Majelis Hakim Kolonel (CHK) Susanto sebagai ketua dan kolonel (CHK) Zainuddin dan kolonel CKH (K) Yamini yang salah satu amarnya menyatakan beberapa orang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merampas kemerdekaan aktivis politik sesuai dengan pasal 333 KUHP.

“Wiranto yang seorang Doktor dan ahli hukum sangat mengerti bahwa setiap orang tidak dapat dan tidak berwenang menyatakan seseorang bersalah telah melakukan tindakan pidana selain putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang menyatakan hal tersebut. DKP juga tidak dapat dijadikan referensi yang menyatakan Prabowo bersalah karena DKP tersebut bukanlah pengadilan. DKP hanya sebatas memberikan rekomendasi, dimana rekomendasi tersebut gugur dengan adanya putusan pengadilan No. PUT, 25-16/K-AD/MMT-II/IV/19 dan KEPPRES No.62/ABRI/1998.” Jelas Elza.

Elza mengatakan bahwa Prabowo memegang prinsip “Tidak ada prajurit yang salah, hanya komandan yang salah” sehingga Prabowo selalu menyatakan di depan media massa siap bertanggung jawab apabila benar ada anak buahnya yang melakukan kesalahan, “Bertanggung jawab bukan berarti ia yang melakukan tindakan pidana tersebut, melainkan bertanggung jawab sebagai atasan saja.”

“Kita telah menzalimi Prabowo, dimana Prabowo disandera seumur hidupnya oleh isu-isu yang tidak benar. Marilah kita bertanding secara fair dan jujur, janganlah kita menyandera seseorang, itu zalim namanya dan tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.” tutur Elza.

Elza juga mengatakan bahwa sebagai pendiri partai dan orang yang dekat dengan Wiranto ia sangat terkejut dengan pernyataan Wiranto, karena berbeda dengan karakternya yang selama ini dikenal. “Saya prihatin dan sangat menjaga Bapak Wiranto sebagai Bapak Partai Hanura jangan sampai ditekan oleh Koalisi untuk menyampaikan sesuatu yang tidak benar.” (rd-015)