Kasus Penggelapan Raskin Berlarut-Larut

15 April 2014 - 13:49:32 | 405 | BERITA DAERAH

DL/15042014/PRINGSEWU

Warga Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, mendesak Inspektorat Kabupaten Pringsewu segera menuntaskan kasus penggelapan raskin dengan pelaku oknum kepala kampung, Agus Pranoto. Laporan masuk sejak tahun lalu, namun penanganan hingga kini tidak jelas.

Salah satu pelapor, Nurwahid, warga Pujodadi, menyatakan penanganan kasus penggelapan beras sebatas pemanggilan warga tanpa proses oknum pelaku. Warga melaporkan Agus Pranoto menjual beras warga miskin (raskin) sebanyak satu ton sejak Februari 2013.

Agus Pranoto merampas jatah raskin dari kepala dusun dan menjualnya ke tengkulak. Uang penjualan digunakan untuk kepentingan pribadi. Oknum kepala kampung itu juga diduga menyimpangkan program pembangunan infrastruktur perdesaan (PPIP) bernilai Rp250 juta serta proyek program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM).

Sepengetahuan warga, Inspektorat belum mengambil tindakan terhadap Agus Pranoto. Sementara beberapa warga sudah dipanggil dan memberikan laporan. “Dugaan penyimpangan kami lengkapi bukti-bukti, namun penanganan inspektorat tidak jelas. Laporan ini bukan hanya penggelapan beras miskin, tetapi dana proyek PPIP dan PNPM,” kata Nurwahid.

Warga mempertanyakan tindak lanjut penanganan kasus penggelapan raskin karena bukti-buktinya sudah jelas. Mereka juga bosan dengan berbagai perilaku menyimpang kepala pekon.

Kabid Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Pringsewu Firdaus menyatakan pendalaman kasus belum selesai. Kepala Pekon Pujodadi Agus Pranoto sudah dimintai keterangan soal pengaduan penyimpangan raskin, PPIP, dan PNPM.(rd-14)

ket. Ilustrasi suarakawan.com