Grasi Corby Kesankan Kelemahan Hukum

20 Februari 2014 - 16:03:55 | 297 | BERITA DAERAH

DL/20022014/JAKARTA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi kepada terpidana penjara 20 tahun, Schapelle Leigh Corby, dalam kasus penyelundupan 4,2 kilogram ganja. Grasi ini mengundang protes karena mengesankan kelemahan hukum di Indonesia.

Pengadilan Negeri Denpasar memvonis Corby penjara 20 tahun pada Mei 2005. Ia dinyatakan terbukti menyelundupkan 4,2 kilogram ganja ke Bali. Warga Australia itu mendapatkan grasi sehingga bisa bebas bersyarat.

Anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat menghargai pemberian grasi Corby sebagai hak prerogatif presiden. Meski begitu, ia meminta pemberian grasi harus lebih selektif dan ketat terhadap kasus korupsi, narkoba, serta terorisme. "Jangan sampai pemberian grasi mengesankan seseorang bebas melakukan pelanggaran hukum di Indonesia," tegasnya. Martin berharap pemimpin bangsa lebih bijaksana menentukan grasi dan pengurangan hukuman lainnya. Penyalahgunaan narkotika di Indonesia meluas jika pelanggar hukum mendapat pengampunan seperti Corby. “Jangan-jangan makin banyak pelanggar hukum meminta grasi. Ini harus dihindari,” kata Martin Hutabarat.(rd-10)