Mukhlis Basri Tak Sabar Langsung ke Jakarta

18 Mei 2019 - 12:38:00 | 4698 | BERITA DAERAH

DL/19052019/BANDARLAMPUNG

----- Menyikapi niata presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu mengenai wacana perpindahan ibukota negara ini keluar Jakarta, maka para tokoh provinsi Lampung yang sudah sejak lama mempunyai gagasan pemindahan ibukota Indonesia ke Lampung, kembali melakukan konsolidasi.

Sudah beberapa kali dilakukan dialog publik bersama puluhan tokoh masyarakat di provinsi Lampung yang arahnya adalah melakukan pengkajian tentang daerah ini dengan berbagai tinjauan termasuk akademis.

Konsolidasi terbatas elemen Tim #dkilampung, yang diprakarsai para tokoh itu dikemas dalam bentuk silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dengan tuan rumah tokoh masyarakat adat, Perdana Menteri Kesultanan Kerajaan Adat Skala Brak Lampung, yang juga Staf Ahli Sosial Politik (Sahli Sospol) Kapolri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Dr Drs H Ike Edwin SIK SH MH MM, di kediamannya Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Bandarlampung, Jumat 17 Mei 2019.

Sepertinya tidak ingin berlama-lama untuk segera mengajukan usulan ini ke Istana Negara, tim perluasan spektrum dukungan pemenangan pengusulan kajian ilmiah kesiapan Provinsi Lampung mulai bekerja. Termasuk zonasi geospasial Sumatera bagian timur sebagai alternatif calon lokasi ibukota dan pusat pemerintahan negara RI pengganti DKI Jakarta itu.

Dari diskusi yang dikemas Jumat petang itu, menurut Koordinator Kesekretariatan dan Manajerial Panja FGD DKI Lampung Dedi Rohman SE, mengindikasikan kuat keinginan bergerak cepat menggolkan nama Lampung masuk radar Istana.

Seperti yang diungkapkan tokoh masyarakat Lampung, Drs H Mukhlis Basri MM, mantan bupati Lampung Barat dua periode (2007-2017), dan politisi PDI Perjuangan yang baru saja berstatus caleg terpilih DPR RI dapil Lampung I Pemilu 2019. "Sudah, ndak usah banyak rapat, bagaimana kita sekarang bergerak ke pusat," katanya.

Mukhlis menegaskan kegentingan memaksa tim #dkilampung dan barisan pendukung perjuangan kolektif Lampung Ibukota Pemerintahan RI.

Ungkapan lugas politisi kelahiran Sinar Jaya, 24 Februari 1964 ini, makin mengafirmasi keseriusan elemen-tokoh masyarakat Lampung, mengerucutkan gerak maju pengusulannya. (Muz)