BPTP Banten Serahkan Tanda Daftar Padi dan Durian Lokal ke Wakil Bupati Lebak

15 Maret 2019 - 13:15:13 | 20034 | NASIONAL

DL/15032019/Rangkasbitung

---- Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten Dr. Ir. Sudi Mardianto, M.Si bersama sejumlah peneliti melakukan pertemuan dengan Pemda Kab. Lebak di  Aula Kenegaraan Kantor Bupati Lebak pada Selasa 12 Maret 2019.

Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi yang didampingi oleh sejumlah Pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kab. Lebak seperti Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Dinas Pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, H. Ade Sumardi menyampaikan bahwa Kab. Lebak merupakan wilayah pertanian di Provinsi Banten yang membutuhkan terobosan untuk mengantisipasi pergeseran penggunaan lahan. "Adanya alih fungsi lahan menyebabkan lahan pertanian semakin sempit sehingga terobosan di bidang pertanian sangat diperlukan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPTP Banten menyampaikan bahwa BPTP merupakan lembaga yang memiliki tugas dan fungsi dalam pendampingan teknologi. 

Ada beberapa kegiatan BPTP Banten yang telah  dilaksanakan pada tahun lalu di Kabupaten Lebak antara lain Demfarm berbagai varietas padi Gogo di Kecamatan Panggarangan. Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan dalam pemanfaatan air yang efisien terutama saat musim kemarau. 

Kegiatan lainnya pada Tahun Anggaran 2018 di Kab. Lebak adalah kegiatan Demfarm jagung dan Demfarm Sistem Tanam Jarwo Super.

Demfarm jagung dilakukan di wilayah korporasi jagung di Kecamatan Gunung Kencana dengan menanam Varietas JH 21, HJ 27, Nasa 28 serta jagung komposit.

Demfarm Sistem Tanam Jarwo Super dilakukan di Kecamatan Warunggunung dengan menggunakan paket teknologi berupa varietas unggul baru produktivitas tinggi, dan penggunaan biodekomposer, dan agrimeth, serta pemanfaatan alsintan (alat mesin pertanian). 

Selanjutnya untuk tahun ini, selain Demfarm di wilayah korporasi jagung, dilakukan pula kegiatan pendampingan kawasan, kajian jagung, pendampingan ternak sapi, dan pendampingan hortikultura (cabai).

Selanjutnya, Kepala BPTP Banten menyampaikan 11 tanda daftar Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal Kab. Lebak kepada Wakil Bupati Kab. Lebak.  11 tanda daftar tersebut  terdiri dari 2 aksesi durian dan 9 aksesi padi yang berasal dari Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Banjarsari.  Varietas padi yang sudah didaftarkan tersebut terdiri dari beras putih dan beras merah.

SDG lokal ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan, contoh di Bali telah diberlakukan Perda yang meminta setiap hotel dan restoran harus memakai komoditas lokal. 

Contoh lainnya adalah Beras Adan di Kalimantan Utara yang memiliki daya tarik khusus karena dikonsumsi oleh Raja Brunai dan warga Malaysia. 

H. Ade Sumardi menyambut baik adanya pendaftaran varietas lokal yang akan diproyeksikan untuk menunjang program pariwisata.  Selanjutnya akan direncanakan adanya pemeliharaan varietas lokal, dan Pemda juga mengharapkan agar BPTP ikut terus mendukung secara aktif kegiatan pembangunan  pertanian di kabupaten Lebak. (AS)