Melalui FGD, IIB Darmajaya Siap Songsong Era Society 5.0

29 Januari 2019 - 20:57:37 | 17010 | PENDIDIKAN

DL/29012019/BANDAR LAMPUNG

---- Peran manusia tidak akan sepenuhnya digantikan oleh  robot atau artificial intelligent di tengah perkembangan teknologi saat ini.  Pekembangan teknologi hanya untuk memudahkan manusia dalam menjalani aktivitas kehidupannya.

“Sebagai makhluk yang diberikan kecerdasan luar biasa dari Allah SWT, manusia dengan cepat akan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, kita jangan takut dengan perubahan teknologi yang begitu besar, terlebih memasuki Era Society 5.0,” kata Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Ir. H. Firmansyah Y Alfian, MBA, M.Sc, Selasa 29 Januari 2019.

Menurut Firmansyah, untuk itulah IIB Darmajaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Revisi Kurikulum Menyongsong Society 5.0, Rabu, 30 Januari 2019. Kegiatan itu akan digelar di Lantai III Aula Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya.

“Tujuannya, dalam rangka menyerap aspirasi dan keinginan stakeholder baik swasta, industri, dan pemerintah. “Kami ingin menyerap aspirasi stakeholder untuk meminta masukan lulusan seperti apa yang dibutuhkan industri saat ini. Agar kurikulum pendidikan tinggi yang akan kami susun sesuai kebutuhan pasar,” kata Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung itu.

Dia menambahkan rekomendasi yang akan dihasilkan dari FGD diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Darmajaya dalam menyusun dan mengusulkan program studi  atau konsentrasi baru. “Kami siap menyongsong Society 5.0, dengan modal fasilitas dan sumber daya manusia yang kami miliki saat ini,” kata Ketua Aptisi Lampung Wilayah II-B. Lampung itu.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Riset IIB Darmajaya, Dr. RZ. Abdul Aziz, S.T., M.T, menambahkan, teknologi dunia kerja saat ini, berjalan dua langkah di depan. Sehingga dibutuhkan lulusan-lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan.

“Kurikulum di perguruan tinggi harus memberikan kompetensi wajib bagi para mahasiswa yang mengacu pada pembelajaran teknologi informasi, big data, internet of things, dan jiwa entrepreneur,” kata dia.

Abdul Aziz juga menjelaskan melalui FGD diharapkan Darmajaya akan mendapat banyak masukan sebagai rekomendasi menjawab tantangan di Era Society 5.0. “Yaitu, dengan membuka konsentrasi baru. Misalnya membuka konsentrasi Digital Marketing, Supply Chain Management (SCM), Hospitality, dan Kewirausahaan. Semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin membuat manusia efektif dan efesien dalam bekerja,” kata doktor lulusan dari Jepang itu. (**)