Dua Terdakwa Pembunuhan di Lamteng Jalani Sidang Perdana

06 Januari 2019 - 15:04:26 | 5724 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/06012019/Bandarlampung,

---- Dua terdakwa Yusuf Sukarji (61) dan Gidion Dwi Kurniawan (30) warga Dusun II Kebagusan Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, menghadapi perkara pidana berat. Pasalnya, kedua terdakwa didakwa melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban Alwi meninggal dunia.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roosman Yusa menjerat kedua terdakwa dengan pasal 351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Hal teraebut terungkap di dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarlampung, Rabu 2 Januari 2019.

JPU mengatakan perbuatan kedua terdakwa bermula pada Sabtu 28 Juli 2018, saat itu korban datang ke bengkel milik terdakwa Gidion. Selanjutnya, pada saat korban membeli oli motor akan tetapi belum bisa membayar, lalu menjaminkan Hp nokia miliknya dan diterima oleh terdakwa Gidion.

Kemudian keesokan hari nya datang seorang laki-laki yang mengaku disuruh oleh korban untuk menebus Hp dan membayar hutang oli kepada terdakwa Gidion sebesar Rp 30 ribu, dan Hp tersebut oleh terdakwa Gidion diserahkan kepada laki-laki tersebut.

Selanjutnya, pada Minggu 3 September 2018 sekitar pukul 13.00 WIB datang istri korban Esmahani menanyakan Hp tersebut lalu terdakwa Gidion mengatakan bahwa Hp tersebut telah ditebus oleh adiknya selanjutnya istri korban Esmahani pulang.

"Sekira pukul 12.30 WIB istri korban datang kembali dengan mengatakan bahwa Hp tersebut belum diambil akan tetapi terdakwa Gidion menjawab bahwa Hp tersebut telah diambil, lalu isteri korban menelpon korban dan berbicara kepada terdakwa Gidion dengan nada tinggi serta mengatakan, “saya tidak mau tau” selanjutnya terdakwa Gidion menyuruh istri korban agar korban menemui terdakwa Gidion agar permasalahan dapat diselesaikan secara baik-baik," kata JPU saat membacakan surat dakwaan.

Pada saat terdakwa Gidion baru pulang belanja dagangan dan tiba di toko, pada saat itu terdakwa Gidion bertemu dengan korban kemudian korban berkata dengan nada keras, “gimana Hp saya” dan dijawab oleh terdakwa Gidion yang pada saat itu sedang berada di atas sepeda motor miliknya dan menjelaskan “kan sudah diambil sama adiknya”.

Kemudian korban mengajak terdakwa Gidion untuk mencari ke Kampung Bumi Ratu akan tetapi dijawab oleh terdakwa Gidion, “Gak bisa kalo sekarang saya lagi repot, besok aja kalo dia lewat saya panggil karena saya kenal tetapi tidak tau namanya”.

Saat itu korban langsung menendang terdakwa Gidion hingga terjatuh dari atas motor kemudian korban membacok ke arah muka terdakwa Gidion hingga luka lalu terdakwa pun lari menghindar.

Akan tetapi korban tetap mengejar dan tak lama kemudian datang terdakwa Yusuf Sukarji bermaksud untuk melerai, akan tetapi korban malah membacoknya menggunakan senjata tajam jenis pisau laduk dan mengenai pipi sebelah kiri serta tangan sebelah kanan.

Lalu, terdakwa Gidion berusaha merebut senjata tajam yang dipegang oleh korban hingga melukai tangannya kemudian terdakwa Gidion dengan terdakwa Yusuf Sukarji mengambil batu yang ada di samping tubuhnya.

Dan batu tersebut oleh terdakwa Yusuf dipukulkannya ke arah korban yang mengenai bagian lengan, leher, dan kepala secara berulang kali menggunakan kedua belah tangan terdakwa Yusuf berusaha merebut senjata tajam yang dipegang korban sehingga terlepas.

"Dan terdakwa Gidion dan korban terus berkelahi dengan tangan kosong dengan saling pukul dan saling tendang, hingga kemudian terdakwa Gidion menendang korban kearah perut hingga terjatuh, selanjutnya Yusuf Sukarji kembali menghampiri korban dan mengambil satu buah batu yang terdapat di dekat tubuh korban kemudian batu tersebut dipukulkan ke arah leher dan kepala korban secara berulang kali, yang pada saat itu dalam posisi tertidur bersimbah darah," terangnya.

Bahwa akibat dari perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Yusuf Sukarji bersama-sama dengan terdakwa Gidion mengakibatkan korban Alwi meninggal dunia.

"Perbuatan terdakwa  diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat 3  KUHP Jo PASAL 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman 15 tahun tahun penjara.” Ungkap Jaksa. (ver)