KPK Kembali Jaring Koruptor Dalam OTT

12 Desember 2018 - 22:38:33 | 24732 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/12122018/Jakarta

----- Satu lagi pejabat Negara yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditetapkan sebagai tersangka berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. Irvan meminta kepala sekolah di wilayahnya menyetorkan uang.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 12 Desember 2018.

Empat orang tersangka itu adalah:
1. Irvan Rivano Muchtar selaku Bupati Cianjur
2. Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur
3. Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur
4. Tubagus Cepy Sethiady selaku kakak ipar Irvan.

Seperti yang dirilis detik.com, Tubagus belum terjerat KPK. Basaria pun meminta Tubagus menyerahkan diri.

"Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang Rp1.556.700.000 dalam mata uang rupiah pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu," imbuh Basaria.
Keempat tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Berikut bunyi pasal-pasal tersebut:

Pasal 12 huruf f

Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang pada waktu menjalankan tugas, meminta, menerima, atau memotong pembayaran kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kepada kas umum, seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara negara yang lain atau kas umum tersebut mempunyai utang kepadanya, padahal diketahui bahwa hal tersebut bukan merupakan utang.

Pasal 12 huruf f

Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri. (*)