Ridho: Pawai seni dan Budaya Untuk Ingat ke Akar Budaya

11 Desember 2018 - 17:47:26 | 23058 | PARIWISATA

BANDARLAMPUNG

---- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengelilingi jalan protokol Kota Bandar Lampung menggunakan Kereta kencana yang ditarik oleh mobil jeep willys dan diikuti oleh sekitar 3500 peserta Pawai Seni dan Budaya Lampung dari 15 kabupaten/kota Provinsi Lampung, Minggu 9 Desember 2018 siang.

Kegiatan yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat Lampung ini diprakarsai oleh DPP Lampung Sai dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dalam rangka memperingati hari guru nasional.

Dengan mengusung tema "Merajut Kebersamaan untuk Melestarikan Kebudayaan dan Kebhinekaan" kegiatan ini melibatkan peserta dari DPP Lampung Sai, Guru, siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Gubernur Ridho dalam sambutannya menyatakan, bahwa pawai seni dan budaya ini adalah untuk mengingat kembali akar budaya.

"Saat ini pembangunan di Provinsi Lampung sudah sangat pesat, dengan adanya parade ini mudah-mudahan dapat mengingatkan kembali akar budaya kita. Bahwa budaya lampung tidak boleh ditinggalkan. Bukan hanya budaya lampung, tapi juga budaya-budaya provinsi Lainnya yang ada di Lampung. Tidak ada bangsa yang maju dengan meninggalkan akar budayanya," papar Ridho.

Gubernur Ridho juga menyambut baik peran-peran organisasi kemasyarakatan yang turut peduli dengan pembangunan di Lampung, yang turut merajut kebersamaan dalam kebhinekaan yang ada di Provinsi Lampung.

Oleh karena itu Gubernur Ridho mengucapkan terimakasih kepada Sjachroedin Zainal Pagaralam selaku Ketua Umum DPP Lampung Sai, yang telah bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Lampung sehingga terselenggara pawai seni dan budaya lampung ini.

"Saya atas nama pemprov Lampung mengucapkan terimakasih kepada abang kita Sjachroedin ZP Ketua Umum DPP Lampung Sai sekaligus Mantan Gubernur Lampung, yang mana meskipun beliau sekarang bertugas diluar Lampung, sudah tidak menjadi Gubernur lagi, tapi Baktinya terhadap Provinsi Lampung tidak pernah surut," tegas Gubernur.

Sementara itu Rycko Menoza SZP selaku Ketua Harian DPP Lampung Sai menyatakan bahwa sebagai Organisasi Sosial kemasyarakatan, Lampung Sai tidak penah terlibat dalam politik praktis, melainkan lebih kepada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

"Lampung Sai adalah organisasi sosial kemasyarakatan dan tidak pernah terlibat dalam politik praktis. Yang coba kita lakukan hari ini adalah, kita mencoba menampilkan adat budaya seluruh indonesia yang ada di provinsi Lampung sebagai suatu kebersamaan, satu kesatuan dalam sebuah kebhinekaan," ungkapnya

Selain menampilkan kebudayaan Lamoung dari 15 kabupaten/kota, turut tampil juga berbagai kebudayaan dari provinsi lain, kemudian ada penampilan baris-berbaris dari Polisi cilik, wushu, tari bedana marawis, tari saman dan berbagai penampilan lainnya. (MrF)