Ditolak di RSUD RBC Mesuji, Seorang Ibu Melahirkan Di Mobil

04 Desember 2018 - 17:52:51 | 6804 | KESEHATAN

DL/04122018/MESUJI

---- Sungguh tak masuk akal apa yang dilakukan oknum pegawai dan dokter jaga yang berdinas di Rumah Sakit Ragab Begawe Caram (RBC) Kabupaten Mesuji.

Ditengah gencarnya upaya pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan membangun citra positif dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik di Rumah Sakit tersebut, kedua oknum ini justru malah sebaliknya.

Ya, keduanya malah dengan sengaja menolak pasien yang ingin berobat ke RS RBC dengan alasan yang tidak masuk akal. Meski sebenarnya, saat ini peralatan kesehatan serta fasilitas yang ada disana sudah cukup memadai dan mampu memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Diduga hal itu dikarenakan adanya aksi kongkalikong untuk mencari keuntungan pribadi antara kedua oknum tersebut, dengan salah satu Rumah Sakit swasta yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

Terang saja, sudah beberapa kali ada keluhan masyarakat terkait penolakan pasien di RS RBC.

Seperti diungkapkan salah satu warga Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya yang enggan menyebutkan namanya belum lama ini, secara tidak sengaja bertemu dengan wartawan media ini mengungkapkan, bahwa dirinya pernah mendapat penolakan dari pihak RS RBC ketika membawa isterinya yang akan melahirkan di sana.

"Betul mas, isteri saya mau melahirkan di situ, tapi ditolak sama pegawai rumah sakit itu dan malah diarahkan ke rumah sakit lain di Unit 2, dengan alasan pelayanan belum memadai. Nah, menurut saya apa yang dilakukan pegawai itu justru merusak citra rumah sakit milik pemerintah ini. Padahal, saya pakai jalur umum, tidak pakai BPJS," ungkapnya belum lama ini.

Mirisnya, karena penolakan tersebut, akhirnya sang isteri SN terpaksa harus melahirkan di dalam mobil saat masih di perjalanan menuju salah satu rumah sakit bersalin di Unit 2, Tulangbawang. 

"Akhirnya isteri saya melahirkan di jalan mas malam itu, beruntung saya bawa dukun bayi juga waktu itu, jadi Alhamdulillah isteri dan anak saya selamat," akunya lagi.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Ardi Umum, didampingi Sekretaris Inspektorat Andi Subrastono langsung bertindak tegas dengan melakukan sidak ke Rumah Sakit RBC, Senin 3 Desember 2018 malam sekitar pukul 23.30 wib. Hasilnya, benar saja saat rombongan ini datang beberapa oknum pegawai rumah sakit tersebut langsung terlihat panik.

"Baru saja kita terima laporan dari masyarakat, bahwa ada yang isterinya mau melahirkan. Mereka menghubungi rumah sakit kita, justru malah ditolak dan diarahkan ke rumah sakit lain dengan alasan fasilitas rumah sakit kita belum memadai. Padahal di sini baik alkes dan fasilitas nya sudah memadai, bahkan kita juga sudah bisa melayani operasi Caesar,"terangnya.

Atas peristiwa tersebut, Ardi menegaskan pihaknya akan menindak secara tegas oknum pegawai rumah sakit dan dokter yang tidak profesional dan bermain-main dengan tugasnya.

Bukannya mendukung dan membangun citra positif dengan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, sebaliknya malah merusak apa yang sudah dibangun oleh pemerintah demi masyarakat.

"Mereka sudah digaji oleh Pemkab Mesuji, tapi kelakuannya seperti ini, jadi kali ini akan kita beri sanksi tegas, kita lakukan evaluasi secara keseluruhan. Untuk pegawainya akan kita mutasi dan yang tenaga honor tidak akan kita perpanjang SK nya. Dan ini juga agar menjadi perhatian bagi yang lain, supaya hal ini tidak terulang lagi," tandasnya. (sup)