Nanang Peringati Maulid Nabi di Desa Trans Tanjungan

27 November 2018 - 09:54:17 | 2430 | HUMANIORA

DL/26112018/KALIANDA

---- Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H/2018 M, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, memberikan sambutan dalam acara Tabligh Akbar di Desa Trans Tanjungan Kecamatan Katibung pada Senin, 26 Nopember 2018.

Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M tersebut, dihadiri seribuan masyarakat yang di dominasi ibu-ibu dengan mendatangkan penceramah kocak asal Jakarta, ustad Nur Maulana. 

Sebelum menyampaikan sambutannya, Nanang Ermanto sempat berseloroh menyapa warga dengan sebutan "jama....aah" seperti yang sering disampaikan Ustad Maulana.  "Saya juga bisa, saya sudah hafal, karna saya juga penggemar ustad Maulana,"seloroh Nanang. 

Dalam sambutannya, Nanang mengajak para jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.  Melalui peringatan Maulid Nabi, diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.

Selain itu,  peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dapat mempererat silaturahmi sesama umat muslim, memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, menjaga dan memelihara rasa kebersamaan serta jiwa dan semangat kegotong-royongan antar umat sebagai modal berharga bagi kelangsungan pelaksaan pembangunan daerah. 

"Saya ingin mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk senantiasa memberikan dukungan demi keberhasilan proses pembangunan, khususnya pembangunan mental spiritual masyarakat Lampung Selatan," harap Nanang. 

"Sebentar lagi kita akan menghadapi pilpres dan pileg bersamaan secara langsung. Saudara-saudara agar tetap menjaga kerukunan, tetap menjaga situasi kondusif, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita teladani ahlak beliau. Mari kita sama-sama bertekad untuk memajukan Kabupaten Lampung Selatan,"kata Nanang. 

Sementara itu, Kepala Desa Trans Tanjungan Kecamatan Katibung, Drs. Alwi, mengatakan,  hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Trans Tanjungan. Menurutnya, sejak berdirinya Desa Trans Tanjungan pada Tahun 1968, belum pernah ada ustad kondang yang dapat hadir di desa Trans Tanjungan. Tapi kali ini, kita mampu menghadirkan ustad kondang asal Jakarta, ustad Nur Maulana, kata Alwi menjelaskan. (Ris/Kmf)