Presiden Jokowi Gelar Rakeda Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Maruf Amin di Lampung

24 November 2018 - 18:51:34 | 10314 | POLITIK

DL/24112018/Bandarlampung

----- Setelah mengikuti jalan sehat bersama ribuan warga Lampung, Capres petahanan Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara Rakerda Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Maruf Amin di Provinsi Lampung, Sabtu 24 November 2018.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan pihaknya akan menjadikan Bandara Radin Inten II Lampung, sebagai salah satu nama Bandara kelas internasional.

Selanjutnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan isu lainnya yang sekarang sedang heboh bahwa dirinya adalah antek asing.

Padahal, kata dia, bisa dilihat di blok Mahakam pada tahun 2015 sudah diambil 100 persen oleh pemerintah Indonesia. "100 persen kita berikan ke Pertamina, kita yang ambil kok dibilang antek asing. Ini dibolak-balik," ungkapnya.

Joko Widodo membantah bahwa dirinya bagian dari antek asing. Pernyataan ini sekaligus menepis adanya kabar yang menyebutkan bahwa dirinya antek asing.

“Saya mau menyampaikan bahwa blok mahakam sudah beberapa puluh tahun dikuasi Francis dan Jepang, tetapi 2015 lalu sudah kita ambil dan saya kasih ke pertamina. Terus saya sebagai antek asingnya darimana. Berpuluh – puluh tahun didiemin, tetapi kapan sudah diambil, terus dibilang antek asing,” ungkapnya.

Selain itu, masalah terkait isu PT Freeport Indonesia."Sekarang sudah kita ambil 51 persen sahamnya, kok nggak ada yang demo di istana untuk mendukung saya. Tapi isu yang beredar kok malah dibolak-balik," ujarnya.

Oleh karena itu, pernyataan ini sekaligus membantah semua kabar miring yang menimpa dirinya. Karena, ia menilai, jika dirinya hanya diam dan tidak menanggapi kabar itu, maka dikhawatirkan masyarakat akan mempercayainya.

“Selama empat tahun ini saya diem dan sabar, tetapi sekarang saya jawab. Kalau tidak jawab, nanti masyarakat berfikir bahwa kabar itu benar. Isu politik itu jahat banget ya,” tuturnya.

Presiden Jokowi meminta agar para calon anggota legislatif (Caleg) maupun tim pemenangan bisa memperkuat perencanaan sehingga dapat menepis isu-isu yang beredar saat ini.

“Oleh karena itu, isu harus dimenangkan oleh kita, dengan cara kita harus memperkuat perencanaan sehingga semuanya bisa berjalan beriringan dan relawan Caleg, maupun tim dapat bekerja dalam sebuah orkestrasi.” Katanya. (ver)