Gerindra PKS Rebutan Wagub, Warga Jakarta Dirugikan

23 Oktober 2018 - 20:22:15 | 34128 | POLITIK

DL/23102018/Jakarta

---- Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sampai saat ini terus berebut posisi wakil gubernur DKI Jakarta. Padahal, akibat perebutan kekuasaan itu, kinerja gubernur Anies Baswedan juga terganggu. Tak heran, satu tahun awal, tak banyak inovasi di Jakarta.  

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai ada unsur kesengajaan atau cuma sandiwara politik, dari PKS dan Gerindra, terkait perebutan posisi wakil gubernur. Jerry menduga, kedua partai akan terus bersandiwara hingga pilpres 2019 nanti. Tentu saja, warga Jakarta yang dirugikan.  

"Seperti ada unsur kesengajaan atau sebuah sandiwara politik yang dimainkan sampai tahun depan. Saya curiga mereka menunggu hasil Pilpres baru diumumkan, siapa yang jadi wakil gubernur," kata Jerry ketika dihubungi, Selasa 23 Oktober 2018. 

Ia curiga, kalau pun kemudian koalisis Prabowo-Sandiaga kalah di Pilpres, maka Sandiaga akan kembali lagi menjadi wakil gubernur.  

Menurut Jerry, jika skenario itu terjadi, sungguh tidak etis. Alhasil, sudah seharusnya Gerindra dan PKS segera menunjuk siapa pengganti Sandiaga. Pasalnya, Jakarta memerlukan perbaikan dan percepatan pelayanan publik. 

"Kalau Sandiaga kalah bisa saja dia balik menjadi wagub DKI Jakarta. Sudah seharusnya dipercepat jangan tunggu sampai tahun depan," ujar dia.

Dia menilai PKS dan Gerindra tak boleh terus bersandiwara karena perilaku itu sejatinya merusak demokrasi sekaligus merugikan warga DKI Jakarta. Karena kinerja gubernur tak akan pernah maksimal jika tidak didukung oleh wakil gubernur. 

"Kan DPRD dan partai koalisi juga sangat menentukan. Bagi saya Anies akan menuruti saja siapa yang akan ditunjuk mendampinginya," katanya lagi.

Dia pun mengaku tak habis pikir pemilihan Wagub DKI ini diulur-ulur. Ini menunjukan bahwa ada lobi-lobi kepentingan kekuasaan dan bagi-bagi antara PKS dan Gerindra.

"Kenapa waktunya diulur-ulur. Kenapa diambil making decision agar tidak berlambat-lambat. Kan kurang relevan dan elegan. Mungkin peran dan pengaruh Sandiaga masih cukup besar walaupun dia sudah menjadi cawapres," katanya.

PKS dan Gerindra, kata dia harus legowo. Hal itu agar tidak menimbulkan kegaduhan diantara kedua kader Parpol ini. "Jadi bisa saja pecah dukungan di legislatif bahkan eksekutif. Dan ini bisa berpengaruh pada pilpres 2019 bagi kubu Prabowo," ujar dia. (*)